Pesawat CN 235 MPA dari Skuadron 27 TNI AU Dikerahkan Cari Heli yang Hilang

Edy Siswanto, Antara ยท Sabtu, 06 Juli 2019 - 08:27 WIB
Pesawat CN 235 MPA dari Skuadron 27 TNI AU Dikerahkan Cari Heli yang Hilang

Sejumlah prajurit TNI bersiap mencari Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak, di Pangkalan TNI AU Silas Papare, Sentani Jayapura, Papua, Minggu (30/6/2019). Hingga kini, pencarian heli masih berlangsung. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id – Pencarian Helikopter TNI AD MI 17 yang hilang kontak pada Jumat pekan lalu sesaat lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, masih terus berlangsung. Untuk memaksimalkan pencarian, Pesawat CN 235 MPA dari Skuadron 27 TNI AU yang bermarkas di Kabupaten Biak Numfor turut diperbantukan.

Wakil Kepala (Waka) Penerangan Kodam (Pendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, pesawat tersebut telah tiba di Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Jumat (5/7/2019), pukul 11.30 WIT.

“Direncanakan pesawat CN 235 yang dilengkapi Forward Looking Infrared (FLIR) kamera akan beroperasi untuk menyisir rute penerbangan Sentani-Oksibil,” katanya di Kota Jayapura.

BACA JUGA:

TNI Memperluas Pencarian Helikopter MI 17 ke Wilayah Jayapura

Heli TNI AD yang Hilang Kontak Sebelumnya Kirim Logistik ke Pegunungan Bintang

Pada pukul 14.30 WIT kemarin, pesawat CN 235 MPA berpenumpang Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Tri Wibowo dan Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar serta Kepala Basarnas wilayah Jayapura, bertolak menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Namun pesawat memutuskan kembali ke pangkalan Sentani setelah 10 menit terbang dikarenakan cuaca hujan yang deras,” katanya.

Komandan Lanud Silas Papare Jayapura Marsma Tni Tri Bowo Budi Santoso mengatakan, masa pencarian helikopter milik TNI AD tersebut akan diperpanjang tiga hari. Selama perpanjangan waktu ini, tim SAR gabungan akan fokus melakukan pencarian di Distrik Oksop dan Okbape Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Kita lanjutkan pencarian tiga hari lagi dan setelah itu akan kami evaluasi lagi sesuai prosedur. Kami juga berkoordinasi dengan penerbangan-penerbangan perintis untuk bisa ikut mendeteksi ke wilayah-wilayah pegunungan dari dan ke Oksibil,” ujarnya, Jumat (6/7/2019).

Sebelumnya, Helikopter MI 17 milik Penerbad TNI AD hilang kontak sesaat lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pesawat dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari tujuh orang kru dan lima orang personel Satgas Yonif 725/WRG yang akan melaksanakan pergantian pos.


Editor : Maria Christina