Polda Papua Amankan 733 Orang Pascakerusuhan di Expo Waena Jayapura

Chanry Andrew Suripatty, Antara ยท Selasa, 24 September 2019 - 09:16 WIB
Polda Papua Amankan 733 Orang Pascakerusuhan di Expo Waena Jayapura

Petugas saat mengamankan demo Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang rusuh di Jayapura, Papua, Senin (23/9/2019). (Foto: iNews/Edy Siswanto)

JAYAPURA, iNews.idPolda Papua telah mengamankan sebanyak 733 orang, termasuk mahasiswa setelah pemulangan pendemo yang berakhir rusuh di kawasan Expo Waena, Papua, Senin (23/9/2019). Mereka diamankan di Markas Brimob Polda Papua.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka guna mengetahui secara pasti peran mereka dalam insiden yang menyebabkan satu anggota TNI tewas dan enam anggota Brimob terluka parah.

“Dalam insiden tersebut tercatat tiga warga sipil meninggal dan jasadnya saat ini masih disemayamkan di RS Bhayangkara di Kotaraja,” kata Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Selasa (24/9/2019).

BACA JUGA:

Demo Mahasiswa Papua di Waena Jayapura, 1 Prajurit TNI Gugur Dibacok Massa

Kerusuhan Pecah di Wamena Papua, Massa Pelajar Bakar Rumah dan Kantor Pemerintah

Namun, ketika ditanya apakah dari 733 yang diamankan seluruhnya mahasiswa, Kamal mengaku belum mengetahui dengan pasti karena masih diselidiki penyidik. “Dari pemeriksaan tersebut baru diketahui status mereka apakah mahasiswa murni atau bukan,” kata Kamal.

Menurut dia, aksi yang dilakukan para pendemo di luar perkiraan. Pada awalnya petugas memprediksi pemulangan mereka dari halaman Uncen berlangsung aman.

“Awalnya memang aman. Namun saat pendemo diturunkan di sekitar jembatan Expo, Waena, tiba-tiba mereka menyerang aparat keamanan dan Brimob yang bertugas melakukan pengamanan di kawasan itu,” kata Kombes Kamal.

Sebelumnya massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) berdemonstrasi di depan Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen), Senin (23/9/2019). Mereka menuntut pendirian posko bagi mahasiswa yang pulang dari studi di luar Papua. Namun aksi tersebut tidak mendapat izin, baik dari Polda Papua maupun Rektorat Uncen.

Massa AMP kemudian difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bus umum. Mereka dikawal aparat keamanan dengan menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Praka Zulkifli.

Setibanya di daerah Expo Waena pukul 11.00 WIT, massa AMP yang baru turun dari kendaraan berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal. Bahkan, massa berusaha memprovokasi masyarakat Papua yang berada di Expo Waena untuk melakukan aksi anarkistis berupa pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum dan rumah masyarakat.


Editor : Maria Christina