Polda Papua Tetapkan 28 Tersangka Demonstrasi Anarkistis di Jayapura

Edy Siswanto, Antara ยท Sabtu, 31 Agustus 2019 - 17:23 WIB
Polda Papua Tetapkan 28 Tersangka Demonstrasi Anarkistis di Jayapura

Karyawan memeriksa kondisi bangunan Kantor KPU Papua yang hangus terbakar di Jayapura, Papua, Sabtu (31/8/2019). Sejumlah bangunan dan kendaraan rusak terbakar saat demonstrasi anarkistis pada Kamis (29/8/2019). Polda Papua telah menetapkan 28 tersan

JAYAPURA, iNews.id – Direktorat Reskrim Umum Polda Papua telah menetapkan 28 orang sebagai tersangka terkait demonstrasi anarkistis di Jayapura, Papua, pada Kamis (29/8/2019). Sementara sebanyak 36 orang lagi masih menjalani pemeriksaan terkait kerusuhan tersebut.

Direskrimum Polda Papua Kombes Tony Harsono didampingi Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, polisi sebelumnya menangkap 64 orang yang merupakan peserta demonstrasi anarkistis tersebut. Namun, dari pemeriksaan, baru 28 orang yang ditetapkan tersangka dan dijerat dengan pasal berbeda.

“Sebanyak 36 orang yang belum ditetapkan sebagai tersangka itu saat ini masih menjalani pemeriksaan. Tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah karena penyelidikan dan penyidikan masih terus dilaksanakan,” kata Tony Harsono, di Jayapura, Sabtu (31/8/2019).

BACA JUGA:

Pascademonstrasi Anarkistis, Kapolri Kerahkan Ribuan Personel Amankan Jayapura

4.000 Lebih Warga Jayapura Kembali Mengungsi di Lantamal X Jumat Malam

Dari 64 orang yang diamankan karena melakukan unjuk rasa anarkistis itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya katapel, laptop, komputer, sepeda motor, mobil, dan kampak.

Tony menyebutkan, sebanyak 17 tersangka dari 28 tersangka di antaranya dijerat dengan Pasal 170 ayat 1 KUHP karena melakukan kekerasan terhadap orang/barang dan tujuh orang dijerat dengan Pasal pencurian, yakni Pasal 365 KUHP.

Kemudian, satu orang tersangka pembakaran dan disangkakan dengan Pasal 187 KUHP dan tiga orang dikenakan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Sementara dua orang lainnya dikenakan Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Dia menjelaskan, para pendemo dalam melaksanakan aksinya melakukan sejumlah perusakan dan pembakaran yang diawali dari kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kotaraja hingga kawasan Hamadi.

Selain kantor MRP, fasilitas pemerintah yang dibakar pendemo, yakni kantor Telkomsel Abepura, kantor GraPari Jayapura, kantor Bea Cukai Jayapura, dan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua. Sedangkan ruko milik masyarakat yang dibakar sebagian besar terdapat di kawasan Hamadi dan Dok V Bawah.

“Belum bisa dipastikan berapa besar kerugian akibat aksi anarkistis para pendemo itu,” kata Kombes Tony Harsono.

Diketahui, pascademonstrasi anarkistis yang terjadi di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019), ribuan personel TNI dan Polri telah dikerahkan untuk mengamankan Jayapura. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan, personel dikirim secara bertahap ke Jayapura sehingga kondisi ibu kota provinsi tertimur Indonesia itu benar-benar kondusif.

Sementara dari pantauan, situasi Kota Jayapura tampak masih lengang. Jumat malam (30/8/2019), masyarakat lebih memilih berada di luar dan banyak yang mengungsi ke pangkalan militer, terutama ke Mako Lantamal X Jayapura. Warga yang mengungsi sebagian besar orang tua, wanita dan anak-anak.

Namun, sekelompok warga terutama kaum pria, berjaga-jaga di depan pintu masuk permukiman. Pasukan TNI-Polri juga berjaga-jaga melakukan pengamanan di sejumlah titik.


Editor : Maria Christina