Polisi Amankan 34 Orang Terkait HUT OPM, Ditemukan Lambang KNPB dan Senjata Tajam

Nathan Making, Antara ยท Minggu, 01 Desember 2019 - 17:52 WIB
Polisi Amankan 34 Orang Terkait HUT OPM, Ditemukan Lambang KNPB dan Senjata Tajam

Polisi mengamankan puluhan orang terkait HUT OPM. (Foto: Dok.iNews.id)

JAYAPURA, iNews.id - Kepolisian Resor (Polres) Jayapura mengamankan 34 warga yang diduga akan melakukan kegiatan terkait HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM), 1 Desember 2019.

Kapolres Jayapura AKBP Viktor Mackbon mengatakan, puluhan orang itu diamankan Sabtu (30/11/2019) malam sekitar pukul 22.00 WIT.“Memang ada yang diamankan dan saat ini masih diperiksa penyidik di Mapolres Jayapura di Sentani,” katanya, Minggu (1/12/2019).

Ditanya penahanan terhadap 34 orang yang diamankan itu, Kapolres mengaku belum mengetahui dengan pasti. “Belum ada laporan tentang perkembangan pemeriksaan terhadap 34 orang,” kata AKBP Mackbon.

BACA JUGA:

Peringatan HUT OPM, 600 Personel TNI-Polri Diturunkan Antisipasi Keamanan di Timika

Jelang HUT OPM 1 Desember, Warga Timika Dimita Tak Terpengaruh Isu Provokatif

Data yang dihimpun terungkap ke-34 orang yang diamankan diduga anggota dan simpatisan KNPB yang akan melakukan kegiatan dalam rangka HUT OPM 1 Desember. Saat diamankan terdapat sejumlah barang bukti berupa seragam dan lambang Komite Nasional Papua Barat (KNPB), katapel, badik, sangkur dan parang.

Sementara itu, situasi Kota Timika, Papua aman dan terkendali. Meski demikian, aparat gabungan TNI/Polri disiagakan di beberapa titik rawan gangguan keamanan.

“Sampai pagi tadi, situasi kota Timika dan sekitarnya aman dan terkendali dan tidak ada kejadian menonjol, baik aksi aksi pengibaran bendera maupun aksi aksi yang lain tidak ada,” kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata.

Menurut kapolres, pasukan gabungan masih disiagakan di titik-titik yang rawan untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada masyarakat.“Kami imbau kepada masyarakat tidak usah panik dan tetap beraktivitas seperti biasa terkait adanya informasi yang tidak benar,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki