Polisi Minta Keluarga Korban dan Tukang Ojek di Mimika Tetap Tenang

Nathan Making ยท Jumat, 02 November 2018 - 22:01 WIB
Polisi Minta Keluarga Korban dan Tukang Ojek di Mimika Tetap Tenang

Pjs Kapolres Mimika AKBP Fernando Sanches Napitupulu. (Foto: iNews.id/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id – Keluarga Laheru alias Amran, tukang ojek yang ditemukan tewas penuh luka maupun rekan korban diminta tetap tenang dan tidak membuat kerusuhan.

Imbauan itu diungkapkan penjabat sementara (Pjs) Kapolres Mimika AKBP Fernando Sanches Napitupulu. Dia mengatakan, pelaku pembunuhan terhadap korban berinisial K sudah diamankan, Jumat (2/11/2018) pagi di Distrik Kwamki Narama, Timika, Papua.

Pelaku saat ini sedang diproses sesuai dengan hukum, oleh sebab itu maka keluarga korban maupun rekan korban ojek se-Kabupaten Mimika diminta agar tidak membuat hal-hal yang merugikan orang lain. “Pelaku sudah diamankan dan saat ini sedang dalam proses hukum. Oleh sebab itu, saya minta jangan ada yang membuat hal-hal yang merugikan orang lain dan percayakanlah pada hukum,” ungkap Fernando Sanches Napitupulu.

Kapolres menjelaskan, pelaku tentunya akan dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Pelaku juga sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya, namun hukum tetap ditegakkan.

BACA JUGA:

Kasus Tewasnya Tukang Ojek di Mimika Terungkap, Polisi Tembak Pelaku

Ribuan Tukang Ojek di Timika Desak Polisi Tangkap Pembunuh Laheru

Kapolres menegaskan, jika masih ada orang yang membuat tindakan kejahatan lagi maka pihak kepolisian akan menindak tegas sesuai dengan peraturan. “Apa yang kalian minta sudah kami laksanakan dan sekarang saya juga minta agar tetap tenang dan jangan melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. Jika imbauan ini tidak diindahkan maka kami selaku penegak hukum akan menindak tegas tanpa memandang bulu,” tutur Kapolres.

Fernando juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mimika untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bersama dan jika ada hal-hal yang mencurigakan segera melapor ke kantor polisi terdekat.

“Kalau ada masalah diselesaikan dengan baik dan jangan main hakim sendiri serta percayakan kepada hukum, hidup tenang dan tentram itu yang kita semua inginkan,” tutur Kapolres.  

Sebelumnya, Ribuan tukang ojek di Distrik Kwamki Narama Timika, Papua turun ke jalan menyusul tewasnya rekan mereka, Laheru, Kamis (1/11/2018). Aksi spontanitas para tukang ojek ini sebagai bentuk solidaritas atas peristiwa yang menimpa Laheru. 

Dalam aksinya, ribuan pengojek menggelar aksi dengan mengendarai sepeda motor di Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua. Mereka menuntut agar polisi segera mengungkap pelaku pembunuhan tersebut sebab tewasnya Laheru diduga dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK). “Kalau polisi tidak bisa menangkap pelaku, kami akan melakukan balas dendam,” kata seorang tukang ojek yang ikut aksi. 


Editor : Kastolani Marzuki