Prajurit TNI di Perbatasan RI-PNG Manfaatkan Lahan Kosong untuk Bercocok Tanam

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 08 November 2019 - 01:00 WIB
Prajurit TNI di Perbatasan RI-PNG Manfaatkan Lahan Kosong untuk Bercocok Tanam

Prajurit TNI Yonif MR 411/Pandawa Kostrad saat memanfaatkan waktu luang dengan bercocok tanam di Distrik Sota, Merauke, Papua. (Foto: Puspen TNI)

MERAUKE, iNews.idPrajurit TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pandawa Kostrad mengisi waktu luang dengan mewujudkan misi ketahanan pangan nasional. Pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam.

Berbagai macam jenis sayur-sayuran seperti kacang panjang, sawi, kangkung dan tomat ditanam dalam lahan kosong di sekitar Pos Kaliwanggo Satgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad, Distrik Sota, Merauke, Papua.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pandawa Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya mengatakan, pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun sayur-sayuran merupakan hal positif yang terus dikembangkan personel. Baik itu di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan prajurit.

“Kegiatan ketahanan pangan juga dilakukan bersama masyarakat yang ada disekitar pos Satgas, hal tersebut bertujuan untuk membantu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat di perbatasan,” ujar Mayor Inf Rizky Aditya, Kamis (7/11/2019).

BACA JUGA: Satgas TNI di Papua Ingatkan Kembali Pentingnya Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Hal ini menurutnya sebagai tindak lanjut nota kesepahaman antara TNI dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Prajurit penjaga perbatasan pun mengimplementasikannya dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada supaya lebih produktif dan bermanfaat,” katanya.

Dansatgas juga menegaskan, kegiatan ini sesuai dengan tekad Satgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad sejak awal bertugas untuk membawa perubahan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Komandan Pos Kaliwanggo Kapten Inf Adik Sunarto mengungkapkan, kegiatan berkebun ini merupakan bagian dalam mengisi waktu luang, di samping tugas pokok sebagai pasukan penjaga perbatasan.

“Hasil panennya bisa untuk dikonsumsi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapur pos. Waktu luang di medan tugas ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan bermanfaat,” katanya.


Editor : Donald Karouw