Prajurit Yonif RK 751 Amankan Uang Jutaan Rupiah Milik Gereja GIDI

Kastolani ยท Kamis, 21 Maret 2019 - 03:02 WIB
Prajurit Yonif RK 751 Amankan Uang Jutaan Rupiah Milik Gereja GIDI

Prajurit Yonif RK 751/VJS mengamankan peti berisi uang jutaan rupiah milik Perpuluhan Gereja GIDI Sosial Sentani, Papua. (Foto: Dispenad)

JAKARTA, iNews.id – Prajurit Yonif RK 751/VJS mengamankan peti berisi uang jutaan rupiah milik Perpuluhan Gereja GIDI Sosial Sentani, Papua. Uang tersebut diamankan saat prajurit TNI AD sedang menyisir dan mencari korban banjir bandang di wilayah itu.

Kapendam XVII/Cen Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, tiga prajurit Yonif RK 751/VJS yang menemukan uang tersebut masing-masing Kopda Boni, Praka Obeth, dan Pratu Kreku.

"Kejadiannya pada Minggu dini hari (sekitar pukul 02.00WIT). Mereka menemukan peti berisi uang senilai Rp4.438.500. Diduga milik Perpuluhan Gereja GIDI Sosial Sentani, " ujar Aidi dalam keterangan tertulisnya di Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu, (20/3/2019).

Awalnya, kata Aidi, ketika sedang menyisir dan mencari korban bencana banjir bandang di perumahan BTN Sosial Sentani, Pratu Kreku menemukan peti bertuliskan Perpuluhan dan Persembahan mengapung di air.

"Setelah diperiksa, ternyata peti tersebut berisi tumpukan uang yang sudah bercampur dengan lumpur," ungkap Aidi.

BACA JUGA: Dramatis, Anggota TNI Evakuasi Bayi 6 Jam Terjepit Kayu di Sentani

Karena kondisinya berlumpur, kata Aidi, peti dan uang milik gereja tersebut dibawa ke barak untuk diamankan dan dibersihkan. “Setelah dibawa ke barak, uang tersebut oleh mereka dipindahkan ke tangguk (jaring alat untuk menangkap ikan) untuk dibersihkan dan dijemur untuk dikeringkan,” ujarnya.

Setelah itu, Kopda Boni melaporkan kejadian tersebut ke Wadanyon Mayor Inf Yahya Ginting bahwa mereka mengamankan dan membersihkan uang tersebut untuk kemudian akan diserahkan kepada pemiliknya.

Sambil menunggu koordinasi dengan pihak Gereja GIDI, untuk sementarauang tersebut masih diamankan oleh Kopda Boni, anggota Kompi Senapan A Yonif 751/Vjs.

“Setelah menerima laporan, Wadanyon mencoba berkoordinasi dengan pihak Gereja GIDI. Namun karena gerejanya hancur, belum ada yang bisa diajak berkoordinasi,"  kata Aidi.

Dia memastikan, uang itu akan dikembalikan sejumlah total yang telah ditemukan. Rincian uang yang diamankan tersebut yakni, pecahan nominal Rp100.000 senilai Rp1,9 juta, pecahan nominal Rp50.000 senilai Rp850.000, pecahan nominal Rp20.000 senilai Rp420.000, pecahan Rp10.000 senilai Rp460.000 dan pecahan nominal Rp5.000 senilai Rp405.000.

“Lalu pecahan uang Rp2.000 senilai Rp265.000, pecahan Rp1.000 senilai Rp145.000 dan pecahan uang logam sebanyak Rp2.500. Jadi total keseluruhannya senilai Rp 4.438.500,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki