Resor Mewah Milik WNA Swiss di Raja Ampat Dipalang Masyarakat Adat

Chanry Andrew Suripatty ยท Jumat, 04 Januari 2019 - 05:32 WIB
Resor Mewah Milik WNA Swiss di Raja Ampat Dipalang Masyarakat Adat

Masyarakat adat dari Marga Gamso menolak bernegosiasi dengan pemilik Resor Raja Ampat Divers di Pulau Peff, Kamis (3/1/2019). (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

WAISAI, iNews.id – Masyarakat adat Raja Ampat dari Marga Gamso melakukan aksi pemalangan terhadap salah satu resor mewah, Raja Ampat Divers, Kamis (3/1/2019). Resor bintang lima yang terletak di Pulau Peff itu milik warga negara asing (WNA) Swiss, Maya Handron.
 
Aksi masyarakat adat dari Kampung Wawiyai, Distrik Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua ini mengagetkan pemilik resor. Begitu tiba, mereka langsung menempelkan sejumlah pamflet dan membentangkan spanduk. Isinya larangan kepada pemilik resor beraktivitas. Masyarakat adat meminta agar Pulau Peff segera dikembalikan kepada mereka.

“Kembalikan hak ulayat kami marga Gamso dan Pulau Peff milik Marga Gamso,” tulis sejumlah pamflet yang ditempelkan di dinding kantor operasional resor tersebut.

Masyarakat adat memasang spanduk larangan beraktivitas di Resor Raja Ampat Divers, Pulau Peff, Papua, Kamis (3/1/2018). (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)


Sejumlah pekerja resor yang sedang bekerja di ruang administrasi diminta segera keluar meninggalkan ruangan kerja. Sebab, pintu kantor akan ditutup masyarakat.

“Ini tanah kami. Sudah cukup kami ditipu dan menunggu iktikad baik perusahaan. Semua segera keluar dari ruangan,” kata Gufron Gamso, salah satu perwakilan masyarakat adat.

Pengusiran tersebut membuat panik para pekerja resor yang langsung meninggalkan ruangan kerjanya. Warga kemudian menutup pintu-pintu ruangan kantor resor.

Upaya negosisasi dari pihak Raja Ampat Divers tak digubris. Masyarakat adat tetap meminta pemilik dan pekerja resor segera angkat kaki dari pulau tersebut.

“Sekarang sudah tidak ada waktu lagi untuk negosiasi atau apapun. Kami sebagai pemilik ulayat meminta dengan hormat semua pekerja dan tamu di resor ini segera meninggalkan pulau ini. Kami sudah sudah cukup lama bersabar,” ungkap Gufron.


Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2