Ribuan Orang Hadir saat Kampanye, Perindo Yakin Menang di Mimika

Okezone ยท Selasa, 09 April 2019 - 15:38 WIB
Ribuan Orang Hadir saat Kampanye, Perindo Yakin Menang di Mimika

Kampanye terbuka Perindo di Lapangan Pasar Lama, kota Timika, Kabupaten Mimika. (Foto: Okezone).

TIMIKA, iNews.id - Kampanye Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Kabupaten Mimika, Papua, dihadiri ribuan simpatisan dan masyarakat sekitar. Acara yang berlangsung di Lapangan Pasar Lama, kota Timika ini diisi dengan panggung hiburan dan konvoi keliling kota.

Ketua DPD Perindo Kabupaten Mimika, Munawir Yakub, menyampaikan dukungan mereka membuat pihaknya semakin optimis meraih kursi di DPRD Mimika.

"Sebab, meski terbilang partai baru, simpatisan Perindo sudah cukup banyak," kata Munawir di sela-sela kampanye tersebut, Selasa (9/4/2019).

Menurut dia, kondisi ini terjadi karena sebelum mengikuti pemilu, Partai Perindo telah melakukan beberapa program yang berpihak kepada masyarakat. Kehadiran parpol besutan Hary Tanoesoedibjo (HT) ini memberikan banyak bukti nyata.

"Itu belum menjadi apa-apa, apalagi kalau sudah menjadi apa-apa," ujar Munawir.

Partai Perindo di Mimika memiliki 35 caleg di enam daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Mimika. Partai Perindo juga optimis untuk setiap dapilnya bisa memperoleh satu kursi guna membentuk satu fraksi.

Melihat antusiasme masyarakat, dia yakin, Partai Perindo dapat memenangkan pertarungan di Mimika. Setiap dapil, partai Perindo akan mendapat kursi satu, dan target satu fraksi akan diperolehnya.

"Ada 35 caleg dari partai Perindo, semua dapil full dan kita akan kerja maksimal," katanya.

Pada kesempatan itu, Munawir juga melarang caleg-caleg Perindo untuk membagi-bagikan uang kepada masyarakat, dengan harapan untuk dipilih masyarakat.

"Jadi, semua berikan suara ke Perindo. Kalau ada yang kasih uang, ambil uangnya. Tahu tidak caleg yang bagi uang? Itu caleg yang tidak percaya diri, kualitas rendah. Walaupun dari partai mana kasih uang, ambil, tapi jangan pilih, itu caleg rendahan, itu perusak demokrasi," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal