Rumahnya Dibakar, Bupati Pegunungan Bintang Sebut Pelaku Lawan Politik

Edy Siswanto ยท Sabtu, 28 April 2018 - 17:28 WIB
Rumahnya Dibakar, Bupati Pegunungan Bintang Sebut Pelaku Lawan Politik

Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka bersama kuasa hukum memberikan keterangan mengenai pembakaran rumahnya di Jayapura, Papua. (Foto: iNews/Edy Siswanto)

JAYAPURA, iNews.id – Rumah Bupati Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, Costan Oktemka, ludes dibakar massa, Kamis (12/4/2018). Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa itu menyebabkan kerugian sekitar Rp5 miliar. Bupati menuding lawan politiknya yang sakit hati karena kalah pada pilkada lalu sebagai otak pelaku pembakaran.

Bupati Costan Oktemka di Jayapura telah melaporkan kasus pembakaran rumahnya ke kepolisian setempat. Didampingi pengacaranya Piter Ell dan rekanannya, bupati meminta aparat kepolisian segera menangkap dalang pelaku pembakaran dan provokator aksi anarkistis warga.

“Polisi sedang memeriksa saksi-saksi. Saya harap mereka bisa maksimal menangani kasus ini karena pembakaran rumah bukan suatu tindakan yang biasa. Untung tidak ada anak kecil atau orang tua di dalam, kalau tidak sangat berbahaya sekali. Kalau pelaku pembakar rumah, saya pikir dia tidak mengerti apa yang dia lakukan,” papar Costan di Jayapura, Sabtu (28/4/2018).

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Maichel Mambunan sebelumnya mengatakan, pembakaran kediaman bupati tersebut berawal dari kekecewaaan massa karena tidak kunjung mendapat doorprize dari panitia jalan santai yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Pegunungan Bintang. Massa kemudian mengamuk dan merobohkan panggung hiburan.

“Masyarakat awalnya kecewa pada panitia kegiatan setelah tidak ada pencabutan doorprize seperti yang sudah dijanjikan, namun akhirnya berbuntut hingga protes terhadap bupati,” kata Maichel.

Massa yang terdiri atas ratusan orang selanjutnya mendatangi rumah Bupati Costan Oktemka untuk meminta pertanggungjawaban. Lantaran tidak berhasil menemui bupati, massa mengamuk dan membakar rumah bupati.

Massa juga sempat memblokade Bandara Oksibil Pegunungan Bintang. Bahkan, aksi ratusan orang ini membuat suasana Kota Oksibil sempat mencekam sehingga warga terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat ibadah.

Situasi terkini pascakejadian tersebut, roda pemerintahan di Kota Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, berangsur pulih. Namun, sebagian warga masih ketakutan kejadian tersebut kembali terulang.


Editor : Maria Christina