Sadis, Kakek Dibunuh dan Nenek Diperkosa di Sorong Papua Barat

Chanry Andrew Suripatty ยท Sabtu, 20 April 2019 - 10:58 WIB
Sadis, Kakek Dibunuh dan Nenek Diperkosa di Sorong Papua Barat

Warga Kampung Salak, Sorong, Papua Barat, saat akan memakamkan kakek Madda yang jadi korban pembunuhan. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

SORONG, iNews.id – Ambo Masse (83) ditemukan tewas mengenaskan dalam rumahnya dengan luka aniaya senjata tajam. Sementara istrinya Maji (73) dalam kondisi terguncang dan kini mendapat perawatan di RSUD Sele Besolu Kota Sorong.

Mereka merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang menjadi korban pembunuhan dan dugaan pemerkosaan di Kampung Salak, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat. Peristiwa ini menggegerkan masyarakat setempat yang langsung melaporkannya ke polisi.

Informasi yang diperoleh iNews, korban Ambo Masse lebih dikenal warga dengan panggilan Kakek Madda ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan sejumlah luka tikaman, Jumat (19/4/2019). Istrinya masih terguncang karena diduga mengalami tindakan kekerasan seksual.

Polisi yang datang kemudian mengevakuasi korban, namun sebelumnya dilakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam rumah di Jalan Dananu Tempe, Kampung Salak tersebut. Petugas juga telah memasang garis polisi di areal rumah korban yang dipenuhi ratusan warga setempat.

Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah kakek Madda diautopsi sebelum dimakamkan. Sementara istrinya nenek Maji yang mengalami kekerasan seksual langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

“Ada bekas kekerasan pada kedua pasutri ini. Untuk korban Maji yang berusia 73 tahun, kami sudah lakukan visum untuk menyelidiki dugaan kekerasan seksual,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sorong AKP Edward M Panjaitan, Jumat (19/4/2019).

Dia menegaskan, kasus tersebut kini sudah dalam penanganan Polresta Sorong. Pelaku yang membunuh kakek Madda dan memerkosa nenek Maji kini dalam kejaran petugas.

“Kasusnya masih diselidiki dan kami akan segera menangkap pelakunya,” kata Edward.


Editor : Donald Karouw