Sebarkan Hoaks Penyerangan Rumah Ibadah, Pria di Kota Sorong Ditangkap Polisi

Chanry Andrew Suripatty ยท Jumat, 31 Mei 2019 - 11:35 WIB
Sebarkan Hoaks Penyerangan Rumah Ibadah, Pria di Kota Sorong Ditangkap Polisi

Ilustrasi hoaks. (Foto: Okezone)

SORONG, iNews.id – Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Sorong Kota, Polda Papua Barat, menangkap seorang pria berinisial IA, Kamis (30/5/2019) malam. IA diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks mengenai penyerangan rumah ibadah melalui media sosialnya.

Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Eddwar M Pandjaitan mengatakan, IA memosting status hoaks itu di akun Facebook-nya pada Jumat, 24 Mei 2019 lalu. Pelaku mengunggah status di akun Facebook-nya bahwa salah satu rumah ibadah di Kelurahan Malanu, Kota Sorong, diserang massa.

“Padahal, tidak terjadi penyerangan rumah ibadah. Yang terjadi, perkelahian dua kelompok warga saling melempar batu,” kata Eddwar kepada wartawan di Sorong, Jumat (31/5/2019).


BACA JUGA: Posting Foto Kapolri Digantung di Media Sosial, Warga Makassar Ditangkap


Menurut dia, postingan pelaku sempat memancing emosi masyarakat. Namun, aparat kepolisian dan TNI dengan sigap turun ke lapangan untuk menjelaskan peristiwa yang sebenarnya sehingga tidak terjadi perkelahian.

“Pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Sorong Kota guna proses hukum lebih lanjut. Pelaku diancam dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ujarnya.

Eddwar mengatakan, sebelumnya, Tim Resmob Polres Sorong Kota juga memproses hukum MA (33), narapidana kasus narkoba di Lapas Sorong. MA diduga menyebarkan berita bohong yang menyudutkan Polri.


BACA JUGA: 2 Penyebar Hoaks Presiden Jokowi Ditangkap, 1 Pelaku Perempuan Guru Honorer 


Pelaku di akun Facebook-nya mengunggah gambar dan video yang menyatakan Kapolri Tito Karnavian pembunuh karena memperbolehkan pihak kepolisian membunuh para pendemo 22 Mei 2019. Postingan pelaku dinilai merupakan ujaran kebencian terhadap institusi kepolisian negara.

“Dalam postingannya, pelaku mengajak masyarakat untuk membenci kepolisian,” katanya.

Polres Sorong Kota kemudian menggeledah pelaku yang sedang menjalani hukuman empat tahun penjara. Polisi menyita satu unit ponsel yang diduga digunakan oleh pelaku memosting statusnya.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan telah dikembalikan lagi ke lapas,” katanya.


Editor : Maria Christina