Sekolah Disegel, Puluhan Orang Tua Murid di Kota Sorong Blokir Jalan

Chanry Andrew Suripatty ยท Kamis, 21 Februari 2019 - 08:58 WIB
Sekolah Disegel, Puluhan Orang Tua Murid di Kota Sorong Blokir Jalan

Aparat Satpol PP dan kepolisian membuka segel sekolah SD Inpres 74. (Foto: iNews/Chanry Andrew).

SORONG, iNews.id - Puluhan orang tua murid di Kota Sorong, Papua Barat menggelar aksi blokir jalan di depan gedung SD Inpres 74, Disrik Malawei. Mereka tak terima dengan ulah pemilik tanah yang menyegel sekolah tersebut.

Para orang tua mengaku, anaknya sudah hampir satu pekan ini tidak bisa bersekolah. Alasannya, pemilik tanah yang kini dibangun gedung sekolah mengklaim uang ganti rugi belum dibayarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong.

"Sudah kurang lebih sepekan ini anak-anak kami yang merupakan siswa di SD Inpres 74 ini tidak dapat melaksanakan aktiftas belajar dengan baik karena sekolah mereka disegel. Karena itu, kami minta perhatian dari pemerintah," kata seorang orang tua murid, Yosina di lokasi kejadian, Rabu (20/2/2019).

Aksi ini tak berlangsung lama setelah perwakilan petugas dari Pemkot Sorong mendatangi warga dan bernegosiasi dengan mereka. Selain membuka jalan yang diblokir massa, petugas Satpol PP dibantu kepolisian membuka gembok segel sekolah.

Namun, protes kemudian muncul dari pihak pemilik tanah garapan kepada petugas yang tiba-tiba saja membuka segel sekolah. Menurut dia, urusannya dengan Pemkot Sorong belum selesai, sehingga tak bisa sekolah dibuka kembali.

Menurut Kabag Pertanahan Pemkot Sorong, Anhar Akib Kadar, pihak pemilik tanah garapan boleh melayangkan gugatan atas kasus ini ke pengadilan. Dia menyerahkan keputusan ini ke mereka, jika mengaku tidak puas dan mengklaim sebagai pemilik tanah.

"Silakan ajukan gugatan ke pengadilan, kami serahkan ke pihak keluarga," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal