Tak Bawa Dokumen, 7 Pelintas dari PNG Diamankan Satgas Yonif 328

Kastolani ยท Jumat, 22 Maret 2019 - 03:14 WIB
Tak Bawa Dokumen, 7 Pelintas dari PNG Diamankan Satgas Yonif 328

Satgas Pamtas Yonif 328/DGH mengecek barang bawaan dari pelintas asal Papua Nugini (PNG) yang masuk ke wilayah RI tanpa dokumen. (Foto: Dispenad)

JAKARTA, iNews.id – Satgas Pamtas Yonif 328/DGH mengamankan tujuh warga negara Papua Nugini (PNG) karena masuk wilayah RI tanpa memiliki dokumen.

Dansatgas Pamtas Yonif 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari mengatakan, ketujuh warga PNG itu diamankan saat melintas di jalan setapak di sekitar Skouw. Saat kejadian, Satgas Pamtas sedang berpatroli di sekitar perbatasan RI-PNG, Rabu (20/3/2019).

“Benar, anggota Satgas mengamankan tujuh warga negara PNG yang melintas di jalan setapak di wilayah RI, karena tidak memiliki dokumen," kata Erwin dalam keterangan tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (21/3/2019).

Adapun ketujuh warga negara PNG tersebut berinsial P (64), H (24), I (28), RS (36), J (24), DN (66) dan A (20). “Sambil menunggu pihak imigrasi yang nanti melaksanakan pengusutan lebih lanjut, untuk sementara mereka diamankan di Pos Skouw,” ucapnya.

Erwin mengatakan, di wilayah perbatasan tersebut rawan terjadi tindak kriminal dan yang menonjol adalah para pelintas batas ilegal yang selalu berusaha masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur-jalur tikus di sepanjang perbatasan untuk kepentingan yang ilegal pula.

Sehingga dengan adanya upaya mereka tersebut, lanjut Erwin, seluruh jajarannya memiliki kepentingan untuk mempertahankan kedaulatan negara sebagaimana diamanahkan dalam UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Keberadaan kita (Satgas) untuk meminimalisir sekaligus mencegah berbagai macam tindak pidana maupun pelintas batas ilegal yang masuk ke wilayah NKRI tanpa melalui prosedur,” kata alumni Akmil 2002 ini.

Selain itu, menurut Erwin, tindakan para pelintas batas ilegal tersebut telah melanggar UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Yaitu, Pasal 8 ayat (1) bahwa setiap orang yang ingin masuk/keluar wilayah Indonesia wajib memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku," tandasnya.

BACA JUGA: Prajurit Yonif RK 751 Amankan Uang Jutaan Rupiah Milik Gereja GIDI

Di wilayah perbatasan, ujar dia, biasanya warga negara PNG mempunyai kartu lintas batas yang berwarna kuning untuk dapat memasuki wilayah Indonesia dan hanya sebatas wilayah Skouw untuk keperluan belanja. “Apabila tidak mempunyai kartu tersebut, maka mereka (WN PNG) tidak dapat memasuki wilayah Indonesia,” ucapnya.

Aktivitas lintas batas, kata Erwin, cukup beragam berbagai bentuk ancaman terhadap keamanan dan pertahanan juga banyak dengan ditemukan, seperti jalan-jalan tikus yang sulit dideteksi yang berada di kawasan hutan yang dimanfaatkan sekelompok orang untuk perlintasan batas ilegal.

“Untuk mencegah terjadinya pelintas batas ilegal, Satgas akan terus mengintensifkan patroli keamanan  di sekitar rute jalan-jalan tikus,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki