Tak Makan 2 Malam, 11 Orang yang Terjebak di Pulau Wairundi Selamat

Antara ยท Sabtu, 27 Oktober 2018 - 14:12 WIB
Tak Makan 2 Malam, 11 Orang yang Terjebak di Pulau Wairundi Selamat

Ilustrasi cuaca buruk di laut. (Foto: Okezone)

MANOKWARI, iNews.id - Rombongan tim monitoring Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) yang terjebak di Pulau Wairundi, Teluk Wondama, Papua Barat, berhasil dievakuasi. Rombongan tiba dengan selamat di Manokwari, Sabtu (27/10/2018) siang tadi.

Kepala Kantor Pencairan dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, George Leo Mercy Randang mengatakan, operasi penyelamatan yang melibatkan 22 personil dilaksanakan pada Sabtu (27/10/2018) dini hari menggunakan KN Kumbakarna.

"Ini operasi kedua, setelah operasi pertama gagal karena terkendala cuaca buruk. Kami tiba di Pulau Wairundi sekitar pukul 02.00 waktu setempat," kata George.

Dia menyebutkan, dari 11 anggota rombongan tim pengawasan BBTNTC satu di antaranya adalah balita. Dia pun selamat dan pulang dalam keadaan sehat.

Kesebelas anggota tim dan warga yang terjebak di pulau itu yakni, Syahirudin selalu ketua tim, Topo Budidanarko, Donatus Aujani, Titus Charles, Mesak Andarek, Anto, Geradus, Yakonias, Bastian Sikun, Oto Eseren dan satu balita atas nama Ayub.

BACA JUGA: Cuaca Buruk, 11 Orang Terjebak di Pulau Wairundi Teluk Wondama

"Puji Tuhan semua selamat termasuk anak kita yang masih balita, Ayub namanya. Anak ini bisa bertahan dengan hanya makan kelapa," kata dia lagi.

Dalam operasi tersebut, lanjut Mercy, kapal berlabuh di tengah laut. Sekoci dan personil diterjunkan untuk menjemput satu persatu para korban. Rombongan tiba di Manokwari sekitar pukul 08.05 WIT melalui Dermaga pelabuhan Angrem, Manokwari. Saat ini mereka sudah di rumah masing-masing.

Ketua Tim Monitoring BBTNTC Syahirudin mengatakan, rombongan berada di pulau yang tak berpenghuni tersebut sejak 22 Oktober 2018. Di pulau tersebut tim melakukan monitoring penyu hijau.

"Salah salah satu tugas kami dalam pengawasan di Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Kami siapkan stok makanan bertahan sampai hari kelima, tapi pada hari keempat sudah habis, sementara kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk meninggalkan pulau," ujarnya.

Diamengatakan tinggi gelombang air laut sejak beberapa hari terakhir di sekitar pulau tersebut berada pada kisaran tiga hingga empat meter. Rombongan bertahan tanpa makanan selama satu hari dua malam.

"Kelapa yang kami makan untuk bertahan hidup pun adalah kelapa yang hanyut dari pulau lain. Di pulau ini tidak ada pohon kelapa," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra