Terdengar Gemuruh, Helikopter MI 17 Diperkirakan Berada di Balik Gunung Aprok

Antara ยท Minggu, 30 Juni 2019 - 15:30 WIB
Terdengar Gemuruh, Helikopter MI 17 Diperkirakan Berada di Balik Gunung Aprok

Proses pencarian helikopter jatuh di wilayah pegunungan. (Foto: AFP)

SENTANI, iNews.id - Helikopter MI 17 milik TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, diperkirakan berada di punggung Gunung Aprok, Distrik Oksop. Alasannya warga sempat mendengar suara gemuruh dari arah gunung tersebut.

"Diperkirakan helikopter ada di balik Gunung Aprok, karena bunyi gemuruhnya ada di belakang gunung itu," kata Dandim 1702 Jayawijaya, Letkol Inf Chandra Dianto ketika dikonfirmasi wartawan di Sentani, Jayapura, Papua, Minggu (30/6/2019).

Menurut dia, warga sempat mendengar suara gemuruh dari balik gunung tersebut. Karena itu, tim SAR pada pagi tadi menyisir wilayah di gunung tersebut, termasuk Gunung Mol.

BACA JUGA: Pencarian Helikopter MI 17, Tim SAR Sisir Gunung Belum Terjamah Manusia

Menurut dia, Tim SAR menghadapi kondisi geografis yang tidak mudah karena warga setempat tidak pernah masuk ke sana.

"Gunung Aprok disakralkan oleh masyarakat adat setempat. Tadi sudah dilakukan ritual supaya tim bisa masuk," katanya.

Lokasi Gunung Aprok berdekatan dengan Gunung Tangok, lokasi jatuhnya pesawat Trigana pada 16 Agustus 2015. Tim SAR Darat, kata dia, diyakini bisa segera mencapai punggung Gunung Aprok karena mereka juga melibatkan warga setempat.

"Hitungan warga setempat pada pukul 08.00 WIT dari Kampung Mimin, tim tadi berangkat subuh, mungkin sore ini sudah tiba di balik gunung," katanya.

BACA JUGA: Cuaca Buruk, Pencarian Heli TNI AD yang Hilang Kontak di Oksibil Dihentikan

Selain itu, Chandra menyebutkan bahwa 25 Personel Tim SAR Gabungan yang diberangkatkan dari Jayapura sudah tiba di Oksibil, Pegunungan Bintang  dan segera bergabung dengan tim yang telah berada di Gunung Aprok.

Sebelumnya, Helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Jumat (28/6/2019). Heli akan menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari tujuh orang kru dan lima personel Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos," ujar Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal