Terkendala Cuaca, Evakuasi Jenazah Korban KKB Akan Dialihkan ke Timika

Antara ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 09:41 WIB
Terkendala Cuaca, Evakuasi Jenazah Korban KKB Akan Dialihkan ke Timika

Pasukan gabungan membawa anggota Brimob yang terluka karena tertembak KKB di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

JAYAPURA, iNews.id – Proses evakuasi jenazah korban kekejian kelompok kriminal bersenjata (KKB) menuju Wamena masih sulit dilakukan, Kamis (6/12/2018) pagi. Faktor cuaca yang tidak mendukung menjadi hambatan.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengungkapkan, kondisi cuaca menyebabkan jenazah karyawan PT Istaka Karya yang menjadi korban kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yall, Nduga, akan dialihkan ke Timika.

Cuaca di Wamena saat ini tidak mendukung sehingga evakuasi Pahlawan Pembangunan di Jalur Trans Papua itu dipastikan akan dibawa ke Timika. Saat ini seluruh korban sedang dilakukan proses identifikasi di Distrik Mbua.

“Selain faktor cuaca, fasilitas di Timika juga lebih memadai dibanding yang ada di Wamena,” kata Irjen Pol Sormin, Kamis (6/12/2018).


BACA JUGA:

Nduga Masuk Zona Merah Usai KKB Pimpinan Egianus Kogoya Datang

TNI-Polri Evakuasi 15 Jenazah Korban Pembunuhan KKB di Nduga, Papua


Dia mengatakan, untuk delapan warga sipil yang dievakuasi dari sekitar Mbua tetap dibawa ke Wamena. "Saya bersama Pangdam Cenderawasih akan ke Mbua untuk melihat kondisi dan situasi di kawasan itu,” ujarnya.

Proses evakuasi terhadap korban dilakukan dengan menggunakan helikopter milik TNI AD. Saat ini ini sudah ada empat heli yang dikerahkan, termasuk jenis MI.

Diketahui, KKB menyerang dan membunuh karyawan PT Istaka Karya yang sedang melakukan pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (1/12/2018) hingga Minggu (2/12/2018). Jumlah korban yang meninggal akibat penembakan tersebut saat ini 22 orang, terdiri atas 21 warga sipil dan seorang prajurit TNI bernama Serda Handoko. Selain faktor cuaca, evakuasi para korban juga kerap diganggu KKB dengan menembaki helikopter TNI.


Editor : Donald Karouw