Teror Penembakan KKB Ganggu Pencoblosan di Distrik Alama Mimika Papua

Nathan Making ยท Kamis, 18 April 2019 - 19:03 WIB
Teror Penembakan KKB Ganggu Pencoblosan di Distrik Alama Mimika Papua

Dandim 10 Mimika letkol Inf Pio L Nainggolan didampingi Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto saat memberikan keterangan pers. (Foto: iNews/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id – Teror penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi saat pencoblosan di daerah pegunungan Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (18/4/2019). Sedikitnya ada dua kali gangguan tembakan diarahkan ke aparat keamanan (TNI-Polri) dan petugas penyelenggara pemilu.

Peristiwa adanya penembakan dari KKB ini dibenarkan Dandim 10 Mimika letkol Inf Pio L Nainggolan. Aparat di lokasi membalas tembakan namun tak berlangsung lama dan tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Dandim menjelaskan, kronologi berawal saat pukul 06.00 WIT ketika anggota TNI dan Polri yang bertugas pengamanan dan pengawalan penyelenggara pemilu mendapat tembakan di Distrik Alama.

BACA JUGA: Ribuan Warga Distrik Abepura dan Jayapura Selatan Ikut Pemilihan Ulang

Selanjutnya pukul 08.00 WIT, kelompok KKB kembali mengganggu dengan tembakan yang diarahkan ke pesawat Susi Air yang ada di lapangan terbang sekitar lokasi.

“Anggota sempat memberikan balasan tembakan, namun kontak tembak tidak berlangsung lama dan atas peristiwa itu tidak ada korban,” ujar Nainggolan, Kamis (18/4/2019).

Kemudian pukul 11.00 WIT, dilakukan koordinasi dengan komando atas. Selanjutnya Dandim 10 Mimika letkol Inf Pio L Nainggolan bersama Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto menggunakan dua unit heli bell milik Penerbad menuju Distrik Alama untuk proses evakuasi 28 personel di lokasi penyerangan.

Mereka terdiri atas 2 personel Kodim 1710 Mimika, 7 personel Yon B Brimob Timika, 13 personel Polres Mimika, 6 penyelenggara pemilu dan seorang kontraktor yang mendistribusi logistik pemilu di Kabupaten Mimika.

“Jadi seluruhnya ada 28 orang dalam keadaan sehat dan sudah kembali dengan selamat. Terkecuali ada 7 personel dari Yon B Brimob Timika, sementara masih berada di Distrik Agimuga karena dua shortly heli yang terakhir tidak bisa kembali mengingat cuaca buruk,” ucapnya.

Dandim memastikan mereka akan kembali dijemput keesokan hari dengan heli bell milik Penerbad. Proses evakuasi juga sekaligus mengamankan dokumen C1 pleno untuk selanjutnya akan diserahkan ke KPU.

Sementara logistik berupa kotak suara dan dokumen lainnya yang masih ada di Distrik Alama akan dijemput sambil menunggu situasi benar-benar aman.


Editor : Donald Karouw