Tim SAR Gabungan Dikerahkan Cari Pesawat Twin Otter yang Hilang Kontak di Papua

Chanry Andrew Suripatty ยท Rabu, 18 September 2019 - 15:33 WIB
Tim SAR Gabungan Dikerahkan Cari Pesawat Twin Otter yang Hilang Kontak di Papua

Petugas SAR gabungan saat bersiap melakukan pencarian pesawat Twin Otter PKC-DC yang hilang kontak dalam perjalanan dari Timika ke Ilaga, Puncak, Papua. (Foto: iNews/Chandry Andrew Suripatty)

TIMIKA, iNews.id – Tim SAR gabungan dikerahkan mencari pesawat kargo jenis DHC-6 Twin Otter dengan nomor registrasi PKC-DC yang hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika menuju Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (18/9/2019).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika Monce Brury mengatakan, personel yang dikerahkan berjumlah 10 orang, terdiri atas anggota SAR Timika, Brimob dan Lanud Yohanis Kapiyau. Mereka melakukan pencarian dari atas udara dengan menggunakan pesawat Carpediem Air jenis Twin Otter PK-CDJ.

"Kami (SAR) bawa empat personel, beserta Brimob empat orang, dan dua lagi dari Lanud, serta ada kru maskapai yang melakukan pencarian pesawat hilang," ujar Monce Brury di Terminal Baru Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (18/9/2019).


BACA JUGA:

Hilang Kontak, Pesawat Twin Otter Carpendiem Ternyata Lewati Barisan Pegunungan

Kronologi Pesawat Twin Otter Bawa Beras Bulog 1,7 Ton Hilang Kontak di Papua


Informasi yang diperoleh, kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan proses pencarian. Kendati demikian, tim SAR gabungan tetap berupaya untuk menemukan pesawat yang belum diketahui keberadaannya tersebut.

"Kami upayakan pencarian, walaupun tadi di lapangan disampaikan cuaca tidak memungkinkan. Tetapi ini langkah awal yang harus kami laksanakan. Siapa tahu ada titik terang sehingga bisa untuk melakukan evakuasi," katanya.

Diketahui, Pesawat Twin Otter PK-CDC milik PT Carpediem Aviasi Mandiri berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika sekitar pukul 10.31 WIT. Pesawat itu diperkirakan mendarat dan tiba di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak pada pukul 11.29 WIT. Namun, selang dua setengah jam kemudian, pesawat tak kunjung mendarat. Pihak Airnav Bandara Mozes Kilangin Timika akhirnya menyatakan pesawat mengalami hilang kontak.

Data yang diperoleh dari pihak bandara menyebutkan, pesawat memuat kargo berupa beras seberat 1.700 kilogram. Pesawat ini di-piloti Dasep dan Copilot Yudra, serta teknisi Ujang dan penumpang Bharada Hadi.


Editor : Donald Karouw