Wakapolda Papua Ingatkan Kerusuhan Wamena-Jayapura Jadi Pelajaran Penting bagi Polri

Aditya Pratama ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 19:30 WIB
Wakapolda Papua Ingatkan Kerusuhan Wamena-Jayapura Jadi Pelajaran Penting bagi Polri

Wakapolda Papua Brigjen Pol Yacobus Marjuki. (Foto: Istimewa)

WAMENA, iNews.id – Wakapolda Papua Brigjen Pol Yacobus Marjuki mengingatkan kerusuhan massa yang terjadi di Wamena dan Jayapura, pada 23 September lalu, harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama kepolisian. Ke depan, harus ada langkah antisipasi lebih dini.

Aparat kepolisian harus lebih jeli mengantisipasi, sigap, dan tegas dalam bertindak. Sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan di Papua, polisi harus terus mengingat untuk menjalankan tugas sesuai dengan prosedur.

“Kita harus lebih jeli mengantisipasi dan lebih tegas menghadapi situasi yang terjadi supaya anggota Polri yang di lapangan juga tidak merasa serba salah. Semua sudah ada standar operasional prosedurnya,” kata Yacobus Marjuki di Wamena, Jayawijaya, Selasa (8/10/2019).

Yacobus juga berpesan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri di seluruh kabupaten di Papua agar tidak terlena dengan situasi tenang dan nyaman di wilayah itu sekarang ini. “Jangan terlena karena mereka menggunakan cara-cara yang tidak kita duga-duga sebelumnya, ternyata di belakang itu sudah ada rencana tertentu. Jangan sampai kita tidak mengantisipasi hal itu,” ujarnya.

BACA JUGA:

Pemprov Papua Segera Bangun Permukiman Sementara untuk Korban Kerusuhan Wamena

Wamena Semakin Kondusif, Warga Mulai Tinggalkan Pengungsian

Yacobus mengakui situasi keamanan di Wamena sudah berangsur-angsur kondusif. Begitu pun, ancaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di beberapa daerah pedalaman, seperti Lanny Jaya, Nduga, dan Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, tetap harus diwaspadai.

Jajaran Polda Papua juga terus melakukan operasi memburu pelaku kerusuhan Wamena, Papua. Hingga kini, polisi sudah menangkap 13 tersangka pemicu kerusuhan di Wamena. Polri masih mengejar tiga pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Siapa pun pelaku kerusuhan akan dikejar. Semua masyarakat mendukung kita. Berilah kesempatan kepada kepolisian untuk memproses perusuh-perusuh itu, jangan sampai nila setitik lalu merusak susu sebelanga. Bagi yang merasa tidak bersalah, silakan menempuh jalur hukum,” katanya.

Sementara politikus Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily berpendapat, pendekatan yang dilakukan kepolisian dalam mengamankan wilayah-wilayah di Papua sudah tepat.

“Selain mengejar pelaku kerusuhan dan menjaga objek-objek vital, pendekatan dialog secara intensif kepada masyarakat agar mampu menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, juga tak kalah penting,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Menurut dia, bicara tentang Papua, maka dialog yang dilakukan tak hanya dengan tokoh-tokoh politik, tapi harus melibatkan orang-orang Papua dan rakyat Papua dengan para kepala sukunya. Pada intinya, dengan perhatian besar yang sudah diberikan pemerintah dalam membangun Papua, termasuk melalui dana otonomi khusus, Papua tidak ingin pecah dari NKRI.

“Peristiwa yang belakangan terjadi di Wamena harus jadi pelajaran bahwa menyelesaikan masalah Papua bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih bermartabat,” katanya.


Editor : Maria Christina