1 Bayi Lahir di Tenda Darurat Gempa, 4 Ibu Hamil Menunggu Persalinan

M. Awaluddin, Antara ยท Selasa, 31 Juli 2018 - 08:59 WIB
1 Bayi Lahir di Tenda Darurat Gempa, 4 Ibu Hamil Menunggu Persalinan

Kondisi pelayanan medis bagi warga korban bencana gempa Lombok di tenda pengungsian. (Foto: iNews.id/M Awaluddin)

LOMBOK, iNews.id – Sedikitnya lima ibu hamil dengan usia kandungan sembilan bulan dievakuasi ke Posko Bencana Gempa di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini lantaran gedung Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sembalun mengalami kerusakan.

Bidan Puskesmas Sembalun Dwi Maida Suparida mengatakan, selain kondisi bangunan yang tidak representatif, masih sering terjadinya gempa susulan juga menjadi pertimbangan puskesmas sementara tidak digunakan untuk merawat warga. Hal itu karena dikhawatirkan tembok dan penyangganya roboh.

"Ada yang dibawa kemarin (Senin), dan ada yang dibawa dini hari tadi. Saat ini ada lima ibu hamil yang kami tangani. Satu sudah melahirkan bayinya dalam keadaan sehat, sedangkan empat lainnya masih ada yang bukaan pertama hingga ketujuh,” kata Dwi, di tenda Posko bencana, Selasa (31/7/2018).


BACA JUGA:

Tim Deru UGM Diaktifkan Bantu Assesment Korban Gempa di Lombok

Ribuan Jiwa Korban Gempa di Lombok Trauma dan Belum Berani ke Rumah


Dia menjelaskan, kelima ibu hamil juga mendapat pertolongan dari dokter Public Service Center 119 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, yang bertugas di Posko Bencana Gempa Sembalun. Mereka dibawa secara bertahap oleh para petugas medis di lapangan.

Sementara itu Dokter Kandungan Anita Rahman mengatakan, masih terus mengobservasi kondisi empat pasien ibu hamil yang masih proses bukaan. Beberapa sudah ada yang keluar air di bukaan kedua dan ketiga sehingga dipertimbangkan untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Kami tidak berani mengambil tindakan memberi perangsang karena itu harus dilakukan minimal di puskesmas dengan peralatan memadai. Jadi kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit," kata Anita.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB, Minggu (29/7/2018) pukul 06.47 Wita. BPBD NTB menerima laporan bencana ini merengut 16 korban jiwa, termasuk di antaranya satu warga Malaysia, dan satu warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Selain korban meninggal dunia, gempa bumi tersebut juga menyebabkan ratusan orang mengalami luka berat dan ringan. Seluruhnya tersebar di Kecamatan Sambelia, dan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta di Kabupaten Lombok Utara.


Editor : Donald Karouw