10 Hektare Lahan Gambut di Pekanbaru Terbakar

Indra Yosserizal ยท Rabu, 20 Maret 2019 - 17:55 WIB
10 Hektare Lahan Gambut di Pekanbaru Terbakar

Ilustrasi pemadaman api saat kebakaran lahan. (Foto: Dok iNews).

PEKANBARU, iNews.id - Sepuluh hektare lahan gambut di Kota Pekanbaru, Riau, terbakar sejak Selasa (19/3/2019) kemarin. Petugas Manggala Agni dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api di lokasi tersebut.

Kebakaran lahan terjadi di lahan kosong milik warga di Jalan Riau Ujung, Kecamatan Payung Sekaki. Kobaran api dengan cepat membesar membakar semak belukar dan ranting-ranting kayu kering.

"Kurang lebih ada 10 hektare," kata Petugas Manggala Agni KLHK, Muhammad Jamil, di sela pemadaman api di lahan tersebut, Rabu (20/3/2019).

BACA JUGA: Kabut Asap Tebal akibat Karhutla, Jarak Pandang di Kota Dumai 2 Km

Lahan di sini, kata dia, merupakan lahan gambut milik warga. Diduga sengaja dibakar untuk dijadikan areal perkebunan. Kebakaran yang terjadi sejak Selasa kemarin, kini berhasil dipadamkan petugas, dan kini sedang melakukan pendinginan di lokasi tersebut.

"Ini lahan milik warga," ujar dia.

Selain di Kota Pekanbaru, kebakaran lahan juga kembali terjadi di sejumlah daerah di Riau. Rendahnya curah hujan sejak sepekan terkhir ini diduga menjadi pemicu timbulnya titik api di sana.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kian meluas, bahkan terpantau kembali ada 165 titik api di daerah tersebut.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan di Dumai Telah Mencapai 70 Hektare

Sebaran titik panas masih berada di 11 kabupaten/kota. Di Kabupaten Rokan Hilir 17 titik, Kota Pekanbaru satu titik, dan Kabupaten Rokan Hulu dua titik.

Kemudian di Kabupaten Siak terdeteksi 11 titik, Kota Dumai 16 titik, Kabupaten Bengkalis titik 39 titik, dan Kabupaten Kampar dua titik. Lalu di Kabupaten Indragiri Hulu enam titik.

Selain itu, berada di Kabupaten Indragiri Hilir tiga titik. Lalu, di Kabupaten Pelalawan terdeteksi 37 titik dan Kabupaten Kepulauan Meranti 31 titik.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal