100 Hunian Sementara untuk Korban Gempa Dibangun di Petobo Palu

Antara ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 17:25 WIB
100 Hunian Sementara untuk Korban Gempa Dibangun di Petobo Palu

Rumah yang amblas akibat gempa dan likuifaksi tanah di Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Antara)

PALU, iNews.id - Sebanyak 100 unit hunian sementara (huntara) mulai dibangun untuk korban gempa dan likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Huntara di Petobo tersebut dibangun oleh relawan asal Provinsi Jawa Tengah.

"Pembangunan huntara ini merupakan tahap awal dan diprioritaskan untuk keluarga yang sakit dan memiliki balita, ibu hamil, lansia dan janda," kata Budi Laksono, koordinator tim pembangunan hunian huntara saat ditemui di lokasi pengungsian, Jumat (12/10/2018).

Bangunan berukuran 4x5 meter itu berada di lokasi kelurahan Petobo bagian timur yang tidak terkena dampak likuifaksi. Rencananya, huntara itu akan bisa dimanfaatkan sampai satu hingga dua tahun ke depan sambil menunggu bantuan hunian permanen dari pemerintah.

Dia menjelaskan huntara itu akan dibangun semi permanen berbahan baja ringan dan dikerjakan 29 relawan asal Jawa Tengah.

BACA JUGA: 

Masa Tanggap Darurat Bencana Sulawesi Tengah Diperpanjang 14 Hari

Update Gempa dan Tsunami Sulteng, Korban Meninggal Capai 2.073 Orang


Pembangunan huntara, katanya, bukan hanya terpusat di Petobo melainkan ke depan juga dibangun di wilayah terdampak lainnya seperti Kelurahan Balaroa, Kota Palu, Jono Oge, Kabupaten Sigi dan Donggala.

"Di pusat pemerintahan Kelurahan Petobo untuk sementara, kami juga membangun kantor lurah sementara, " kata Budi Jamban, julukan dokter yang juga pekerja sosial ini.

Budi mengatakan, pihaknya hanya sebatas menyediakan fasilitas, sementara penentuan warga yang akan menempati bangunan itu menjadi kewenangan pemerintah setempat. "Pemerintah yang akan mendata warga yang akan menempati bangunan ini, kami hanya menyediakan tempat," katanya.

Petobo merupakan salah satu daerah terparah terkena gempa dan likufiaksi dengan luas kerusakan 2 kilometer persegi yang menelan ribuan korban jiwa dan ribuan warga lainnya masih bertahan di tenda pengungsian.

Saat ini pemerintah tengah mencari lahan yang cocok untuk relokasi warga dua kabupaten dan Kota Palu satu yang terdampak bencana tersebut.


Editor : Himas Puspito Putra