Penyerangan Mapolda Riau

Ibu dan Adik Terduga Teroris Adi Syofyan Juga Diamankan Polisi

Dedi Iswandi ยท Rabu, 16 Mei 2018 - 22:05 WIB
Ibu dan Adik Terduga Teroris Adi Syofyan Juga Diamankan Polisi

Ibu dan adik terduga teroris, Adi Syofyan dibawa petugas Polres Dumai, Rabu (16/5/2018). (Foto: iNews/Dedi Iswandi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

DUMAI, iNews.id – Pascapenyerangan Mapolda Riau oleh kelompok teroris jaringan Ical alias Pak Ngah, Polres Dumai kembali mengamankan ibu dan adik terduga teroris Adi Syofyan. Sebelumnya polisi sudah membawa kakak Adi, Aan Sentosa. Mereka dibawa ke Polda Riau untuk dimintai keterangan seputar keterlibatan Adi Syofyan dalam penyerangan di Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018) pagi.

Polisi datang dengan bersenjata lengkap mendatangi rumah Adi Syofyan di Jalan Pendowo, Gang Merak RT 08, Kelurahan Bukit Batren, Dumai, Riau. Penjemputan ibu pelaku dan adiknya ini langsung dipimpin oleh Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan bersama Dandim 0320 Letkol (Inf) Horas Sitinjak, serta Wali Kota Dumai Zulkifli AS.

Kedatangan aparat kepolisian ke rumah Adi Syofyan menjadi tontonan bagi ratusan masyarakat sekitar. Setelah terjadi negosiasi dengan pihak keluarga terduga teroris, akhirnya polisi berhasil membawa ibu dan adiknya.

Menurut polisi, ibu dan adik terduga teroris penyerangan Mapolda Riau dibawa polisi  untuk dimintai keterangan seputar latar belakang dan aktivitas sehari-hari Adi Syofyan. Keduanya untuk sementara akan diamankan polisi di Polsek Dumai Timur. Polisi juga memasang garis polisi di sekitar rumah terduga teroris untuk memudahkan penyidikan lebih lanjut.

Ibu Adi Syofyan, Sri Wahyuni, sebelumnya mengatakan, dia terakhir kali bertemu putranya Rabu dini hari. Adi Syofyan pamit berangkat bekerja pada ibunya. Sri Wahyuni tak bertanya dan langsung mengizinkannya pergi.

Sri Wahyuni dan keluarga lain baru mengetahui Adi Syofyan tewas saat dia dan tiga rekannya melakukan penyerangan Mapolda Riau, Rabu pagi. Keluarga hampir tak percaya dengan berita itu. Mereka masih berpikir, Adi memang bekerja, sesuai perkataannya saat dia pamit dini hari tadi.


Editor : Maria Christina