15 Siswa PKL yang Kabur dari Kapal Nelayan karena Disiksa ABK, Akhirnya Kembali ke Rumah

Iskandar Nasution ยท Selasa, 05 November 2019 - 22:31 WIB
15 Siswa PKL yang Kabur dari Kapal Nelayan karena Disiksa ABK, Akhirnya Kembali ke Rumah

Agung, salah satu siswa PKL yang disiksa ABK saat berada di atas laut. (Foto: iNews.id/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNews.id – Sebanyak 15 siswa yang kabur dari kapal nelayan saat sandar di Timika, Papua akhirnya kembali ke rumah di Pandeglang, Banten, Selasa (5/11/2019). Sebelumnya, mereka nekat kabur karena selama berada di atas kapal selalu disiksa oleh Anak Buah Kapal (ABK).

Menurut Agung, salah satu siswa PKL mengatakan, awalnya semua baik-baik saja. Namun memasuki hari ke 15, mulai ada penyiksaan.

“Kami ditonjok, disikut, dipukul dengan tali tampar,” katanya, Selasa (5/11/2019).

Dia mengatakan penyiksaan berawal dari kesalahan yang dilakukan para siswa. Menurut pengakuannya, banyak siswa belum mengetahui fungsi dan kegunaan beberapa alat yang ada di kapal nelayan KM Agung Berkah Samudra.

Akibatnya, siswa mendapat perlakukan kasar seperti pemukulan dan penyiksaan.

BACA JUGA: 15 Siswa PKL asal Pandeglang Kabur di Timika Papua akibat Disiksa ABK di Atas Kapal

Terkait kabar siswa yang diikat, menurut Agung, korban sedang dalam keadaan sakit. Sementara siswa yang dilempar ke laut itu, menurut cerita Agung, kaki kanan siswa tersebut sedang menahan jaring.

“Mungkin dikira sama ABK kapal, jaringnya tidak ditahan, terus siswa tersebut dilempar saja ke laut,” katanya.

Kejadian ini berlangsung pada malam hari. Korban akhirnya diselamatkan setelah ada seseorang atau yang berenang ke arah korban.

Salah satu orang tua dari siswa, Mahmud mengatakan pihak sekolah bersedia menanggung ongkos kepulangan para siswa. Namun jika biaya yang dibutuhkan terlalu besar, maka orang tua diminta bantuannya untuk ikut menanggung sebagian.

“Kejadian ini membuat para siswa mengaku trauma dan enggan mengikuti kegiatan sekolah apalagi kegiatan di laut bersama nelayan,” kata Mahmud.

Sebelumnya, sebanyak 15 siswa SMK Negeri 3 Pandeglang, Banten jurusan Nautika Penangkap Ikan yang magang sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal nelayan mengaku dianiaya ABK senior. Tak tahan, mereka kabur dan mencari perlindungan ke polisi saat kapal sandar di Timika, Papua.

Siswa ini menaiki kapal nelayan KM Agung Berkah Samudra dengan kapasitas mesin 200 gross tonnage (GT) dan berukuran 30 kali 15 meter.


Editor : Umaya Khusniah