Pria Pengangguran di Cilegon Cabuli 13 Bocah dan Anaknya Sendiri

Wimsalim · Rabu, 11 Juli 2018 - 22:13 WIB

Pelaku pencabulan terhadap 13 bocah di Cilegon Banten, saat diperiksa di Mapolres Cilegon, Rabu (11/7/2018). (Foto: iNews/Wimsalim)

CILEGON, iNews.id – Seorang pria di Kota Cilegon, Banten, mencabuli 13 anak tetangganya yang masih di bawah umur. Pria pengangguran ini mencabuli korban dengan modus bermain dokter-dokteran di rumahnya. Parahnya lagi, tersangka juga tega mencabuli anak kandungnya sendiri.

Perbuatan bejat pelaku berinisial AJ (35) warga Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon akhirnya terungkap setelah salah seorang korban melaporkan perbuatan tersangka kepada orang tuanya.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, aksi bejat tersangka dilakukan sejak Maret lalu. Terakhir, tersangka beraksi pada Selasa (10/7/2018) kemarin. "Setelah dilakukan pemeriksan, ada 13 anak di bawah umur yang teridentifikasi menjadi korban. Korban adalah anak-anak yang berada di sekitar lingkungan rumah tersangka," kata Rizki kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).

Dia menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku yakni dengan cara membujuk sang korban agar datang ke rumahnya untuk bermain dokter-dokteran. Saat korban terperdaya, pelaku lalu membawanya ke kamar untuk dicabuli.

"Yang bersangkutan ini tidak bekerja, setiap pagi anak-anak yang main di lingkungan itu diajak ke rumahnya dalam kondisi sepi. Korban diajak masuk ke kamar kemudian dicabuli. Awalnya diajak main dokter-dokteran," ungkap Rizki.

Informasi yang dihimpun, para korban kebejatan pelaku masih berumur empat sampai 13 tahun. "Bahkan, salah satu korbannya terindikasi adalah anak kandungnya sendiri yang masih berumur tujuh tahun. Tapi, saat ini sedang dilakukan pemeriksan secara intensif," ucap Rizki.

Atas perbuatan bejatnya itu, pelaku kini meringkuk di ruang tahanan Mapolres Cilegon. Tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Himas Puspito Putra

KOMENTAR