188 Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Perumahan Balaroa Palu

Donald Karouw ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 10:21 WIB
188 Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Perumahan Balaroa Palu

Prajurit TNI bersama relawan dan warga mengevakuasi korban gempa di Perumahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Selama 11 hari melakukan pencarian di lokasi ini, ditemukan 188 jenazah. (Foto: Istimewa)

PALU, iNews.id – Pascabencana gempa bumi dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah (Sulteng), prajurit TNI masih terus mencari dan mengevakuasi korban. Salah satunya di Perumahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Selama 11 hari melakukan pencarian di lokasi ini, ditemukan 188 jenazah.

Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ Mayor Inf Gustiawan, Selasa (9/10/2018) mengatakan, pencarian korban di reruntuhan Perumahan Balaroa ini sangat sulit. Hal ini karena banyaknya puing-puing bebatuan yang hancur total akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR). Lokasi ini memang menjadi salah satu yang mengalami kerusakan sangat parah akibat guncangan gempa bumi dan tsunami beberapa waktu lalu.

“Pencarian yang dilakukan selama 11 hari oleh TNI dibantu Basarnas dan relawan beserta warga setempat berhasil menemukan 188 korban meninggal dunia. Ke-188 jenazah tersebut terdiri atas 150 dewasa dan 38 anak-anak,” katanya dalam keterangan yang diterima iNews.id, Rabu (10/10/2018).

BACA JUGA:

Takut Ada Gempa Susulan, 190.180 Warga Sigi Bertahan di Pengungsian

Viral Video Relawan Diusir dari Kantor Bappeda Sulteng, Ini Kata BNPB

Mayor Inf Gustiawan memaparkan, pencarian dan evakuasi korban di Perumahan Balaroa dilakukan prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad). Sebanyak 249 personel dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad diterjunkan di bawah pimpinan Mayor Inf Gustiawan.

Pencarian korban dibantu dengan menggunakan 13 unit alat berat milik TNI, terdiri atas 11 unit excavator dan dua unit bulldozer.  “Alat berat tersebut sangat membantu TNI, Basarnas, relawan dan warga masyarakat setempat dalam mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban di bawah reruntuhan bangunan,” paparnya.

Sementara Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ Mayor Inf  Gustiawan menyampaikan, di sektor Balaroa yang menjadi wilayah tanggung jawabnya, para personel TNI dibagi menjadi dua tim, yaitu tim pencarian dan evakuasi korban serta tim pengamanan yang bertugas mengamankan sektor perumahan Balaroa.

Tim pengamanan mengantisipasi dan menjaga agar tidak terjadi tindakan kriminal dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab di sektor perumahan Balaroa. Beberapa hari lalu, tim pengamanan berhasil menangkap tiga orang pelaku pencurian di perumahan tersebut yang ditinggal mengungsi oleh penghuninya.

“Para pencuri menyamar menjadi warga setempat dan mengambil barang-barang dari rumah kosong. Belum sempat melarikan diri, para pencuri berhasil diamankan personel TNI selanjutnya pelaku diserahkan kepada Polsek Palu,” kata Mayor Inf Gustiawan.


Editor : Maria Christina