Update Gempa Lombok: 14 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Rumah Rusak

Dony Aprian ยท Minggu, 29 Juli 2018 - 16:19 WIB
Update Gempa Lombok: 14 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Rumah Rusak

Ribuan rumah hancur akibat gempa 6,4 SR mengguncang Lombok, Bali, dan Sumbawa, pada Minggu (29/7/2018). (Foto: Istimewa).

LOMBOK, iNews.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat kembali bertambah. Berdasarkan laporan BPBD NTB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 162 lainnya menderita luka. Gempa juga mengakibatkan ribuan unit rumah rusak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dampak terparah gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Di wilayah ini 10 orang meninggal dunia.

”Sebanyak 67 orang luka berat dan ratusan jiwa luka sedang dan luka ringan. Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit rumah baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan,” kata Sutopo di Jakarta, Minggu (29/7/2018).
 
Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 4 orang meninggal dunia dan 38 jiwa luka berat. Sebanyak 12 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, 15 orang di Postu Sambikelen, 1 orang di RSUD Tanjung, dan 10 orang di Puskesmas Anyar.

Di wilayah ini, terdapat 41 unit rumah rusak berat, 74 unit rusak sedang dan 148 unit rusak ringan. Sebanyak 6.237 KK terdampak gempa.

BACA JUGA: Hujan Batu dan Longsor saat Gempa Tutup Jalur Pendakian Rinjani
 
Beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD.

Gempa bumi 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WIB. Hingga pukul 14.00 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 124 kali gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami.
 
Menurut Sutopo, kebutuhan mendesak di wilayah korban gempa yakni tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, kids ware dan makanan siap saji.

BPBD dan beberapa instansi lain telah menyalurkan bantuan permakanan, air mineral, tenda pengungsi, makanan lauk pauk, makanan tambahan gizi dan lainnya. Mobilisasi peralatan dan logistik terus dilakukan.

Adapun BNPB terus mendampingi BPBD dan mengirimkan bantuan yang diperlukan. Logistik dan peralatan yang ada di gudang BPBD disalurkan untuk membantu korban.
 
Secara umum infrastruktur seperti komunikasi, jalan, listrik dan lainnya masih baik. Kementerian Komunikasi dan Informatika melaporkan kondisi layanan telekomunikasi di kawasan terdampak khususnya di Kecamatan Sambelia, Kecamatan Sembalun dan Kecamatan Bayan, layanan komunikasi  seluler tetap dapat digunakan.


Editor : Zen Teguh