Kemarau Panjang, Wilayah Pesisir Kotim Alami Krisis Air Bersih

Antara ยท Kamis, 13 September 2018 - 12:05 WIB
Kemarau Panjang, Wilayah Pesisir Kotim Alami Krisis Air Bersih

Ilustrasi. (Foto: dok.okezone).

KOTAWARINGIN TIMUR, iNews.id - Sejumlah desa di Kecamatan Teluk Sampit yang merupakan kawasan pesisir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah (Kalteng), mengalami krisis air bersih. Desa yang dilanda kekeringan itu antara lain Parebok, Basawang, Kuin Permai, Ujung Pandaran, Lempuyang dan Regei Lestari.

"Kekeringan sejak Agustus. Sumur dan danau sudah mengering. Hari Minggu lalu sudah ada empat desa yang dipasok air bersih dari Sampit. Masih ada dua desa lagi yang diharapkan juga dapat bantuan pasokan air bersih yaitu Lempuyang dan Regei Lestari," kata Camat Teluk Sampit, Samsurijal di Sampit, Kamis (13/9/2018).

Dia menjelaskan air sungai juga tidak bisa digunakan untuk keperluan konsumsi karena terasa asin akibat intrusi air laut. Masyarakat juga tidak bisa mengharapkan air bersih dengan menampung air hujan karena curah hujan di kawasan itu jauh berkurang.

Dua pekan terakhir, hujan deras cukup sering mengguyur pusat kota Sampit dan sekitarnya. Namun ternyata kondisi serupa tidak terjadi di kawasan pesisir karena intensitas hujan di kawasan itu masih rendah.

Samsurijal menyebutkan, empat desa sudah dipasok air bersih menggunakan lima mobil tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Permukiman dan Dinas Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Umum.

"Walaupun ada hujan beberapa hari lalu, tapi kondisi air masih asin, makanya warga masih memerlukan air bersih. Kami akan berkoordinasi lagi dengan pihak terkait agar membantu pasokan air ke desa-desa yang belum mendapatkan suplai air bersih," kata Samsurijal.

Krisis air bersih ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah kabupaten agar dibantu karena bisa berdampak pada kesehatan. Beberapa waktu lalu banyak warga yang terserang diare, diduga dampak mengonsumsi air kurang bersih.

Selain krisis air bersih, Teluk Sampit juga dihadapkan pada masalah kebakaran lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar sehingga tim gabungan harus berjibaku memadamkan api.

Masyarakat berharap hujan segera turun agar krisis air bersih berakhir dan kebakaran lahan tidak terjadi lagi. Namun yang dibutuhkan saat ini adalah bantuan pasokan air bersih karena sangat dibutuhkan masyarakat.


Editor : Muhammad Saiful Hadi