Penyelundup Sabu Asal Aceh Dituntut 14 Tahun Penjara

Antara · Kamis, 13 September 2018 - 15:22 WIB
Penyelundup Sabu Asal Aceh Dituntut 14 Tahun Penjara

Ilustrasi. (Foto: dok.okezone).

MATARAM, iNews.id - Terdakwa penyelundup narkotika jenis sabu asal Aceh, Muhammad Rizal (25) dituntut pidana penjara selama 14 tahun dengan denda Rp800 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NusaTenggara Barat (NTB) dengan perwakilan jaksa Ginung Pratidina di Pengadilan Negeri (PN) Mataram.

"Menyatakan terdakwa yang menyelundupkan sabu seberat 174,24 gram telah melanggar Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Tuntutan yang kami berikan berdasarkan materi dakwaan keduanya, yakni pasal 112 ayat 2," kata Ginung, di Mataram, Kamis (13/9/2018).

Pidana tuntutan tersebut diberikan kepada terdakwa berdasarkan barang bukti yang diamankan petugas kepolisian pada awal Februari 2018 di Lombok Internasional Airport (LIA).

Barang bukti berupa serbuk kristal putih itu diamankan polisi dari hasil penggeledahan badan terdakwa dengan temuan dua bungkus plastik bening ukuran besar menempel dalam selangkangannya. Dua bungkus plastik bening ukuran besar itu memiliki berat kotor 90,48 gram dan 83,76 gram.

Selain barang bukti narkotika, pidana tuntutannya diperkuat dengan adanya temuan barang bukti berupa kertas boarding pass dalam dompet terdakwa. Dalam boarding pass tertera tanggal kedatangan terdakwa pada Desember 2017.

"Dalam persidangan, awalnya dia mengaku baru sekali masuk Lombok, Februari itu saja, tapi setelah kita lihatkan boarding pass Desember 2017 itu, dia pun mengaku," ujarnya.

Ginung mengatakan berdasarkan pengakuan terdakwa pada Desember 2017 masuk ke Lombok dengan peran sebagai kurir narkotika.

Lebih lanjut, terdakwa akan menyampaikan pembelaannya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram pada Rabu (19/9/2018) mendatang.


Editor : Muhammad Saiful Hadi