Sumber Wuluh, Wisata Kolam Ikan Hias Zaman Majapahit di Mojokerto

Vien Dimyati ยท Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:09 WIB
Sumber Wuluh, Wisata Kolam Ikan Hias Zaman Majapahit di Mojokerto

Wisata Mojokerto (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Untuk urusan pariwisata, Kabupaten Mojokerto tidak kalah menarik dengan beberapa daerah di Jawa Timur lainnya. Mojokerto juga memiliki berbagai destinasi wisata menarik untuk dieksplor.

Mulai dari situs candi, situs bersejarah, air terjun, dan lainnya. Tetapi, ada satu destinasi wisata Mojokerto yang memiliki daya pikat tersendiri untuk dikunjungi. Tempat tersebut adalah kolam Sumber Wuluh yang berada di Ngoro, Mojokerto. Konon, kolam ini adalah peninggalan zaman Majapahit.

Sumber Wuluh merupakan kolam mini yang di dalamnya terdapat banyak ikan hias. Meski penampakannya sederhana layaknya kolam ikan pada umumnya. Konon, Sumber Wuluh merupakan mata air peninggalan Kerajaan Majapahit.

"Pertama kali mengetahui tempat ini masih sepi, sunyi dan sejuk di pagi hari, di mana menjadi tempat favorit saat lagi suntuk. Semua sirna dengan melihat dan bercengkerama dengan koi yang berkelok. Kabar terakhir tempat ini menjadi tempat KKN suatu universitas dan dikembangkan sebagai wisata baru di Mojokerto - Putra." tulis Instagram @Indoflashlight dikutip Selasa (16/10/2018).

Air Sumber Wuluh, hingga kini masih digunakan warga untuk irigasi sawah. Bahkan, tidak sedikit masyarakat menjadikan kolam ini sebagai destinasi wisata baru di Mojokerto.

Menariknya, kolam Sumber Wuluh menjadi tempat dilaksanakannya tradisi turun-temurun yang dipertahankan hingga kini. Tradisinya dinamakan bedah Sumber Wuluh, di mana setiap warga berlomba-lomba menangkap ikan berukuran besar.

Namun, tidak boleh asal, ikan mas tersebut hanya boleh ditangkap dengan cara manual atau tidak boleh menggunakan alat. Tradisi ini dilakukan setiap tahun sekali sebagai bentuk syukur atas mata air yang tak pernah habis. Jika tertarik mengunjungi kolam mata air yang penuh dengan ikan hias ini, Anda hanya perlu mengunjungi Desa Ngoro via Jalan Raya Gempol-Mojokerto.


Editor : Vien Dimyati