OTT Anggota DPRD, Kejari Mataram Sita 2 Mobil Mewah dan Uang Rp30 Juta

Antara, M. Awaluddin ยท Jumat, 14 September 2018 - 17:46 WIB
OTT Anggota DPRD, Kejari Mataram Sita 2 Mobil Mewah dan Uang Rp30 Juta

Mobil Honda HR-V putih turut diamankan tim Satsus Kejari Mataram dalam OTT terhadap Ketua Komisi IV DPRD Mataram, Jumat (14/9/2018). (Foto: iNews.id/Awaludin)

MATARAM, iNews.id - Tim Satuan Khusus Kejaksaan Negeri (Satsus Kejari) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengamankan barang bukti uang berupa dua mobil mewah, yakni Honda HR-V putih nopol D1792 AEB dan Hond aHR-V hitam pelat merah nopol DR 1240 AK, sepeda motor, dan uang tunai sebesar Rp30 juta.

Barang bukti itu diamankan dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Komisi IV DPRD Mataram Muhir, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sudenom, dan seorang kontraktor proyek berinisial CT, Jumat (14/9/2018).

Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Ketut Sumadana mengatakan, dalam kasus OTT yang telah berlangsung pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 Wita, Muhir tertangkap tangan menerima uang tunai Rp30 juta dari Kadis Pendidikan Kota Mataram Sudenom yang didampingi seorang kontraktor berinisial CT.

Uang tersebut diduga jatah yang diminta Muhir setelah anggaran proyek rehabilitasi SD dan SMP pascagempa senilai Rp4,2 miliar, disahkan dalam pembahasan APBD-P Kota Mataram Tahun 2018.

BACA JUGA:

Terjaring OTT, Ruangan Anggota DPRD Mataram Bakal Digeledah Kejari

Anggota DPRD Mataram Kena OTT Terkait Proyek Rehabilitasi Sekolah

Geledah Ruang Komisi IV DPRD Mataram, Tim Kejari Angkut 1 Boks Plastik

Muhir bersama Kadis Pendidikan dan kontraktor berinisial CT masih diamankan di Kantor Kejari Mataram. Terkait dengan status ketiganya, Ketut Sumadana mengaku bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman keterangan dan barang bukti OTT.

"Yang jelas hari ini juga akan kita lakukan penetapan tersangka. Besar kemungkinan akan disangkakan pidana korupsi, karena ada dugaan penyalahgunaan kewenangan dan jabatan," ucapnya.

Dia menjelaskan, sebelum melakukan operasi senyap, tim kejari sudah memantau oknum anggota Dewan itu selama tiga pekan lebih karena diduga aka nada transaksi jatah uang proyek rehabilitasi gedung sekolah pascagempa.

“Tadi malam sebenarnya yang bersangkutan sudah kita pantau, tapi uang yang diterima tidak terlalu banyak. Nah, tadi pagi sekitar jam 10.00 WIT, ada pemberian jatah uang proyek lagi dalam jumlah yang lebih besar dan langsung kita tangkap,” bebernya.


Editor : Kastolani Marzuki