2 Nelayan Diculik Kelompok Bersenjata di Malaysia, Keluarga Terpukul

Huzair Zainal ยท Jumat, 14 September 2018 - 18:38 WIB
2 Nelayan Diculik Kelompok Bersenjata di Malaysia, Keluarga Terpukul

Julianti dan putrinya menunjukkan foto suaminya yang diculik saat berlayar di Perairan Sabah, Malaysia. (Foto: iNews/Huzair Zainal)

POLEWALI MANDAR, iNews.id – Kabar penculikan dua orang nelayan di Perairan Pulau Gaya, Kota Sampoerna, Sabah, Malaysia oleh kelompok bersenjata membuat keluarga korban di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sangat terpukul. Keluarga berharap kedua nelayan segera dibebaskan.

Pascapenculikan kedua nelayan pada Selasa (11/9/2018), sekitar pukul 01.00 waktu setempat, hingga kini nasib mereka belum diketahui. Kedua korban yakni, Usman Yunus (35), warga Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar dan Samsul Saguni, warga Majene.

Julianti (28), istri Usman Yunus, tidak henti-hentinya menangis setelah mengetahui suaminya diculik saat berlayar di perairan Malaysia bersama seorang nelayan lainnnya. Ibu satu anak ini berharap bisa segera mengetahui kondisi suaminya.

BACA JUGA: 2 Nelayan Indonesia Diculik Pria Bersenjata di Malaysia 

Menurut Julianti, sebelum insiden penyanderaan yang terjadi di atas kapal nelayan Dwi Jaya di periran Sabah, Malaysia, dia dan suaminya sempat berkomunikasi pada Senin malam. Namun kabar duka pun datang pada Selasa subuh. Salah satu teman suaminya yang selamat mengatakan, Usman diculik oleh beberapa orang kelompok bersenjata.

“Saya tahu dari teman suami saya yang selamat. Dia telepon saya. Katanya dia sembunyi di dek kapal makanya selamat. Dia bilang dari bahasanya, kelompok bersenjata yang menculik itu sepertinya orang Abu Sayyaf,” kata Julianti, Jumat (14/9/2018).

Hingga kini, keluarga masih menunggu kabar kedua nelayan. Sementara pihak perusahaan tempat kedua nelayan bekerja belum juga memberi kabar. Keluarga hanya bisa menunggu perkembangan informasi setiap hari dari media massa, terutama televisi.

“Kami berharap pada pemerintah untuk membantu pembebasan suami saya. Apalagi, jika memang pelakunya jaringan Abu Sayyaf itu,” kata Julianti.


Editor : Maria Christina