Bupati Ngada Marianus Sae Divonis 8 Tahun, Keluarga Menangis Histeris

Pramono Putra ยท Kamis, 14 September 2018 - 19:51 WIB
Bupati Ngada Marianus Sae Divonis 8 Tahun, Keluarga Menangis Histeris

Terdakwa Marianus Sae memeluk istri dan keluarganya usai sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Sidoarjo, Jatim, Jumat (14/9/2018). (Foto: iNews/Pramono Putra)

SIDOARJO, iNews.id – Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nonaktif Marianus Sae divonis hukuman 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta subsider kurungan empat bulan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat sore (14/9/2018). Majelis hakim juga menghapus hak politiknya selama empat tahun. Vonis ini disambut tangisan histeris keluarga terdakwa.

Setelah sidang pembacaan vonis, Marianus digiring petugas keluar ruang sidang untuk dibawa ke ruang tahanan. Keluarga yang menyaksikan persidangan langsung memeluk terdakwa dan menangis histeris. Mereka mengaku tidak rela dengan vonis yang dijatuhkan kepada Marianus. Sementara Marianus hanya diam sambil memeluk keluarganya.

Sebelumnya dalam pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat sore, majelis hakim mengatakan, Marianus terbukti melakukan korupsi dalam proyek di Pemkab Ngada NTT senilai lebih dari Rp6,1 miliar. Majelis hakim menilai terdakwa telah melanggar Pasal 12 a dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Terkait putusan majelis hakim ini, Kuasa Hukum Marianus Sae, Agustinus Payung Dosi, memutuskan untuk pikir-pikir dulu.

BACA JUGA:

Bupati Ngada Marianus Sae Tersangka Suap Rp4,1 Miliar

Cagub NTT Marianus Terjaring OTT KPK

Cerita Marianus Sae Cuekin Petinggi PDIP, SMS pun Tak Dibalas

Sementara jaksa KPK, Ronald Worotikan mengatakan, pada intinya, apa yang diputuskan majelis hakim sudah sesuai dengan dakwaan jaksa. “Ternyata majelis hakim sepakat dengan dakwaan yang kami buat,” kata Ronald. 

Ronald mengatakan, faktor belum adanya pengembalian uang kerugian negara hingga lebih dari Rp6,1 miliar hasil korupsi di sejumlah proyek-proyek di Pemkab Ngada dari tahun 2011-2017, menjadi hal yang memberatkan vonis Marianus Sae.

Sebelum duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Surabaya, terdakwa Bupati Ngada NTT nonaktif Marianus Sae yang juga maju sebagai bakal calon gubernur NTT pada pilkada lalu, tertangkap dalam OTT KPK bersama Direktur PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Iwan Ulumbu saat menerima suap sebesar Rp4,1 miliar pada bulan Februari 2018 lalu.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sebelumnya saat penetapan Marianus Sae sebagai tersangka di Gedung KPK, Senin (12/2/2018) lalu mengatakan, Marianus diduga menerima suap dari Wilhelmus terkait sejumlah proyek jalan senilai Rp54 miliar di Kabupaten Ngada. Penerimaan suap oleh Marinus terjadi beberapa tahap.

Dia merinci, penerimaan Rp1,5 miliar dilakukan tunai di Jakarta pada November 2017. Kemudian, Rp2 miliar melalui transfer  bank pada Desember 2017, Rp400 juta secara tunai di rumah dinas Bupati Ngada pada 16 Januari 2018 dan Rp200 juta tunai di rumah dinas Bupati Ngada pada 6 Februari 2018.


Editor : Maria Christina