Kapal Terbakar di Banggai Laut Sulteng Bawa 72 Penumpang dan 12 ABK

Antara ยท Jumat, 14 September 2018 - 20:37 WIB
Kapal Terbakar di Banggai Laut Sulteng Bawa 72 Penumpang dan 12 ABK

Ilustrasi kapal terbakar. (Foto: Dok/iNews.id)

PALU, iNews.id – Kapolres Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng) AKBP Idam membenarkan musibah kebakaran KM Fungka Permata V yang sedang berlayar dari Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menuju Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Sulteng. Kapal itu membawa 72 penumpang dan 12 anak buah kapal (ABK).

“Kami menerima laporan musibah ini tadi sore sekitar pukul 16.45 Wita dan sesuai manifest, kapal itu membawa 72 penumpang dengan 12 ABK,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat malam (14/9/2018).

Pada pukul 17.30 Wita, kata Idam, tim gabungan yang terdiri atas personel Unit KP3 Polsek Banggai, Polsek Lobangkurung, Syahbandar Banggai, dan anggota Koramil Banggai yang dipimpin Mayor Inf Jufri Halimu, turun ke lokasi kejadian. Tim menggunakan kapal speedboat milik KPLP Banggai.

BACA JUGA: Kapal Fungka Permata V Terbakar di Banggai Laut Sulteng, 8 Orang Tewas

Namun, sampai saat ini, katanya, belum ada laporan dari tim itu mengenai kondisi kapal dan penumpang karena mungkin mereka belum tiba di lokasi kecelakaan. Pada pukul 18.50 Wita, pihaknya menerima informasi dari Kepala Desa Tagong Sagu, Kecamatan Bangkurung. Mereka menyebutkan masyarakat sekitar telah menuju lokasi kejadian dan menemukan delapan orang meninggal dunia.

Lokasi kejadian di sekitar Pulau Tagong Sagu, Kecamatan Bangkurung, pulau terluar Kabupaten Banggai Laut yang dekat dengan Sulawesi Tenggara. “Untuk mencapai lokasi kejadian itu, dibutuhkan waktu perjalanan laut sekitar empat jam dari Banggai. Namun saat ini, kondisi ombak di laut dilaporkan cukup besar,” ujarnya.

Dia juga menyebut bahwa di sekitar lokasi kejadian tidak terdapat jaringan komunikasi telepon seluler atau internet, hanya mengandalkan radio komunikasi kapal. “Hanya itu informasi yang bisa saya sampaikan. Kami masih terus memantau perkembangan musibah ini,” katanya.


Editor : Maria Christina