Ponpes Alluthfi Rintisan Kemendes PDTT Tanamkan Akhlaqul Karimah

Kastolani ยท Sabtu, 15 September 2018 - 02:46 WIB
Ponpes Alluthfi Rintisan Kemendes PDTT Tanamkan Akhlaqul Karimah

Santri dan asatiz Ponpes Alluthfi Desa Lolanan,Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara pose bersama seusai belajar Alquran. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Keberadaan pondok pesantren (Ponpes) yang tersebar di Tanah Air tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga mendidik akhlaqulkarimah atau budi pekerti dan Alquran yang terintergasi dalam sistem pendidikan dan pengajaran di dalamnya.

Demikian pula sistem pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Alluthfi, di Desa Lolanan, Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Ponpes ini memfokuskan pada empat program unggulan, yakni Tahfiz Quran, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan kitab kuning.

Ponpes yang dirintis Ustaz Ari Papulungan beserta para asatiz ini sangat peduli pada penanaman nilai pendidikan Ahlaqulkarimah dan Tahfidz Quran bagi para santrinya sejak usia keemasan.

Ustadz Ari yang juga aktivis Penggerak Masyarakat Desa di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) ini menuturkan, Ponpes Alluthfi dirintis pada 1996 lalu dan baru dibuka resmi kelembagan pada 2006.

Ponpes rintisan keturunan buyut Muazin Masjidil Haram, KH Abdullah Paputungan ini, juga menyelenggarakan pendidikan formal, baik  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Madrasah Ibdtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Selain pendidikan formal, lanjut alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Situbondo, Jawa Timur ini, Ponpes Alluthfi juga menyelenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang terdiri atas program Paket A, Paket B dan Paket C.

"Proses transmisi nilai IMTAQ (Iman dan Takwa) yang diimplementasikan dalam pendidikan akhlaqul karimah dan Tahfidzul Quran, dan Transformasi IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), harus  dimulai dari anak usia keemasan. Ini kunci keberhasilan penyiapan generasi calon pemimpin bangsa ke depan," ujarnya dalam rilis yang diterima iNews.id, Jumat (14/9/2018).

Ustaz Ari juga mengakui, banyak pihak telah berkunjung dan membantu ponpes ini, baik perorangan maupun kelembagaan. Semua itu menunjukkan dukungan dan kepedulian mereka terhadap pesantren.

Para pihak tersebut antara lain Bupati Bolaang Mongondow, Staf Ahli Kemendes dan PDTT, Staf Ahli Kemendagri, Pengasuh Ponpes se-Sulut, Staf Ahli DPR, Pengurus Pusat GP Ansor, Kakanwil Kemenag dan lembaga lainnya.

Pondok Pesantren Alluthfi kini telah mengasuh sebanyak  207 santri dan santriwati dari berbagai daerah. Mereka diasuh sebanyak 27 ustaz/ustazah alumnus dari berbagai lembaga pendidikan dan pondok pesantren tersohor di Tanah Air dan luar negeri.


Editor : Kastolani Marzuki