Ini Kronologi Terbakarnya KM Fungka Permata V di Perairan Banggai

Antara, M Ridwan Lapasele · Sabtu, 15 September 2018 - 08:57 WIB
Ini Kronologi Terbakarnya KM Fungka Permata V di Perairan Banggai

Petugas SAR Palu saat memetakan areal pencarian dan evakuasi korban kapal terbakar di Perairan Banggai. (Foto: iNews/Ridwan Lapasele)

BANGGAI, iNews.id – Kapal Motor (KM) Fungka Permata V terbakar di Perairan Banggai, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (14/9/2018). Kapal nahas itu akhirnya tenggelam di sekitar Pulau Tagong Sagu, sekitar empat mil arah selatan Pulau Sagu.

Dalam musibah kecelakaan laut tersebut, sudah 10 korban jiwa dievakuasi dalam kondisi meninggal, terdiri atas tujuh perempuan, satu laki-laki dan dua balita. Sementara sekitar 150-an orang lainnya terdampak, 126 telah ditemukan selamat. Padahal dalam manifest, kapal hanya berisi 91 penumpang dan 11 anak buah kapal (ABK).

Menurut keterangan dari ABK yang selamat, musibah kapal terbakar terjadi Jumat (14/9/2018) pukul 12.00 Wita. Saat itu mesin tiba-tiba panas karena air pendingin tidak jalan dan akhirnya terbakar. Kapal itu akhirnya tenggelam di sekitar Pulau Tagong Sagu, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, sekitar empat mil arah selatan Pulau Sagu.


BACA JUGA:

2 Balita Ikut Jadi Korban Terbakarnya KM Fungka di Banggai, 10 Tewas

Kapal Fungka Permata V Terbakar di Banggai Laut Sulteng, 8 Orang Tewas

Kapal Terbakar di Banggai Laut Sulteng Bawa 72 Penumpang dan 12 ABK


Laporan mengenai musibah ini kemudian diterima oelh SAR Banggai pukul 16.00 Wita. Selanjutnya tim SAR dan petugas gabungan dari TNI/Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya turun ke lokasi memberikan pertolongan pukul 17.00 Wita.

Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Idham Mahdi mengatakan, perjalanan dari Banggai ke lokasi kejadian membutuhkan waktu empat jam dan kondisi gelombang cukup tinggi. Di lokasi juga tidak ada akses komunikasi telepon, hanya mengandalkan radio kapal.

Sementara Pejabat BPBD Banggai Aksar Amir mengungkapkan, belum dapat merinci identitas para korban. Namun diperkirakan tidak ada warga setempat yang ada di atas kapal nahas tersebut.

“Kami perkirakan tidak ada warga Banggai Laut yang menjadi korban karena semua kapal yang berangkat dari Baubau, Sultra, itu tidak ada yang akan turun di Banggai. Kapal hanya akan transit di Banggai untuk keperluan logistik kemudian melanjutkan pelayaran ke Taliabu, Maluku Utara," ujarnya.


Editor : Donald Karouw