KM Fungka Terbakar di Banggai, 126 Selamat 10 Tewas dan 20-an Hilang

Antara ยท Kamis, 15 September 2018 - 09:14 WIB
KM Fungka Terbakar di Banggai, 126 Selamat 10 Tewas dan 20-an Hilang

Petugas SAR Palu saat memetakan areal pencarian dan evakuasi korban kapal terbakar di Perairan Banggai, Sulteng. (Foto: iNews/Ridwan Lapasele)

BANGGAI, iNews.id – Pencarian dan evakuasi korban KM Fungka Permata V yang terbakar dan tenggelam di Perairan Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) terus dilakukan. Data sementara hingga Sabtu (15/9/2018) pagi, 126 orang dievakuasi selamat, 10 meninggal, dan 20-an masih hilang.

"Mereka yang selamat itu termasuk 11 anak buah kapal (ABK) bersama nakhodanya Andi Sulistiyono. Ada korban meninggal, balita dua orang," kata  Pejabat BPBD Banggai Laut Aksar Amir yang ikut mengevakuasi para korban.

Aksar mengatakan, korban selamat dan meninggal dievakuasi dari lokasi tempat kejadian ke Banggai menggunakan kapal penumpang KM Lapolo Ekspres.


BACA JUGA:

Ini Kronologi Terbakarnya KM Fungka Permata V di Perairan Banggai

2 Balita Ikut Jadi Korban Terbakarnya KM Fungka di Banggai, 10 Tewas


Mereka ditemukan terapung-apung di laut, sebagian menggunakan pelampung dan yang lainnya menggunakan sampan dan papan kayu seadanya dari bekas kapal nahas tersebut.

Mengenai identitas para korban, Aksar Amir belum bisa merinci. Namun dia menyebutkan, korban meninggal terdiri atas tujuh perempuan, satu laki-laki dan dua balita.

"Kami perkirakan tidak ada warga Banggai Laut yang menjadi korban karena semua kapal yang berangkat dari Baubau, Sultra, itu tidak ada yang akan turun di Banggai. Kapal hanya akan transit di Banggai untuk keperluan logistik kemudian melanjutkan pelayaran ke Taliabu, Maluku Utara," ujarnya.

Diketahui, kapal kayu berpenumpang itu sedang berlayar dari Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan tujuan akhir Taliabo, Maluku Utara. Kapal diperkirakan membawa 150-an penumpang, termasuk ABK, meski dalam manifes hanya terdapat 91 penumpang dan 11 ABK. Upaya pencarian terhadap sisa korban masih terus dilakukan dan pagi ini akan dibantu Tim SAR dari Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut keterangan dari ABK yang selamat, musibah kapal terbakar terjadi Jumat (14/9/2018) pukul 12.00 Wita. Saat itu mesin tiba-tiba panas karena air pendingin tidak jalan dan akhirnya terbakar. Kapal itu akhirnya tenggelam di sekitar Pulau Tagong Sagu, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, sekitar empat mil arah selatan Pulau Sagu.

Laporan mengenai musibah ini kemudian diterima di Banggai pukul 16.00 Wita. Selanjutnya tim SAR dan petugas dri TNI Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya turun ke lokasi memberikan pertolongan pukul 17.00 Wita.

Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Idham Mahdi mengatakan, perjalanan dari Banggai ke lokasi kejadian membutuhkan waktu empat jam dan kondisi gelombang cukup tinggi. Di lokasi juga tidak ada akses komunikasi telepon, hanya mengandalkan radio kapal.


Editor : Donald Karouw