Ratu Kerajaan Ubur-Ubur Alami Gangguan Jiwa, Proses Hukum Tetap Jalan

Okezone · Sabtu, 15 September 2018 - 09:49 WIB
Ratu Kerajaan Ubur-Ubur Alami Gangguan Jiwa, Proses Hukum Tetap Jalan

Barang bukti yang disita polisi dari sekte Kerajaan Ubur-Ubur di Kota Serang, Banten. (Foto: Okezone)

SERANG, iNews.id – Masih ingat dengan kasus dugaan aliran sesat Kerajaan Ubur-Ubur yang meresahkan di Lingkungan Sayabulu, Kota Serang, Banten, Agustus silam. Ratu kerajaannya Aisyah Tusalamah yang ditetapkan tersangka divonis mengalami gangguan kejiwaan berat oleh tim dokter. Namun polisi tetap melanjutkan perkara pidana yang menjeratnya hingga putusan pengadilan.

Sebelumnya, penyidik Polres Serang Kota sudah menetapkan Aisyah Tusalamah sebagai tersangka dan dijerat Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang (UU) Informasi, Transaksi Elektronik (ITE) karena menyebar kebencian dan SARA melalui akun Facebooknya.

"Kami selaku penyidik masih mengkaji lagi, berkordinasi dengan ahli pidana terkait permasalahan ini. Proses (hukum) akan dilanjutkan sampai ada keputusan dari pengadilan," kata Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, Jumat (14/9/2018).


BACA JUGA:

Jadi Tersangka, Ratu Kerajaan Ubur-Ubur Terancam 6 Tahun Penjara

MUI Pastikan Aliran Kerajaan Ubur-Ubur Sesat, Begini Ajarannya

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Sekte Ubur-Ubur yang Diduga Sesat


Kapolres menjelaskan, proses hukum tetap dilanjutkan karena kasusnya sudah masuk dalam tahap penyidikan sehingga menunggu keputusan dari hakim pengadilan.

Sebelumnya, tim dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta Barat menyatakan, Ratu Kerajaan Ubur-Ubur Aisyah Tusalamah mengalami gangguan jiwa berat (psikosis). Kesimpulan tersebut setelah tim dokter melakukan visum selama 21 hari.

Diketahui, aliran sesat Kerajaan Ubur-Ubur diniali menyimpang dan menyesatkan. Mereka memercayai bahwa Tuhan memiliki kuburan dan Nabi Muhammad seorang perempuan.

Ajaran yang meresahkan masyarakat karena selalu melaksanakan ritual zikir pada malam Jumat, kemudian diakhiri dengan nyayian dan tari-tarian. Mereka menganggap dengan berzikir semalam suntuk dapat mempermudah membuka kunci harta karun yang terpendam di Nusantara.


Editor : Donald Karouw