3 Jamaah Asal Sulteng Wafat di Makkah Selama Musim Haji 2018

Antara ยท Sabtu, 15 September 2018 - 11:23 WIB
3 Jamaah Asal Sulteng Wafat di Makkah Selama Musim Haji 2018

Jamaah haji menunggu jemputan setibanya di Asrama Haji Transit Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (14/9). (Foto: Antara/Mohamad Hamzah)

PALU, iNews.id - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mengungkapkan tiga jamaah haji asal daerah ini wafat di Makkah, selama musim haji 2018.

Ketiga jamaah yang meninggal yakni, Maniso Bakri (56) asal Kota Palu yang tergabung dalam Kloter 07 BPN, Dinar Ali Umar (66) asal Kabupaten Banggai di Kloter 07 BPN dan Lapandu Lakarame (57) asal Kabupaten Tolitoli di Kloter 06 BPN.

“Total jamaah haji Sulteng sebanyak 1999 orang, ditambah 21 orang petugas transit di Bandara Balikpapan,” kata Kakanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke di Palu, Sabtu (15/9/2018).

Rusman yang juga ketua panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Sulteng mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji 2018, khususnya transportasi domestik dari Kota Palu ke Balikpapan, pergi pulang.

“Dengan harapan semoga di tahun berikutnya pembiayaan serupa tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” ujarnya.

Rusman menyadari sepenuhnya bahwa dalam pelayanan PPIH selama ini masih terdapat hal-hal yang kurang sempurna. Olehnya, mewakili seluruh PPIH, dia menyampaikan permohonan maaf.

“Kami tetap mengharapkan kritikan dan koreksi guna penyempurnaan kegiatan di hari yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng, Mohamad Hidayat Lamakarate mengaku bersyukur, karena kondisi jamaah saat berangkat hingga pulang, tetap sama, dalam keadaan sehat.

“Atas nama Gubernur, saya juga mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya jamaah yang dipanggil oleh Allah sementara beribadah di tanah suci,” katanya.

Saat ini, menurut Hidayat, pemerintah sedang mendorong Kota Palu bisa menjadi embarkasi haji di Bandara Mutiara SIS Aljufri. Keinginan tersebut karena prasyaratan menjadi embarkasi, sudah dipenuhi.

“Kami akan terus mengupayakan mendorong agar pada 2019, kita sudah menjadi daerah embarkasi,” ujar Hidayat.


Editor : Muhammad Saiful Hadi