1,2 Juta Jiwa Penduduk NTT Masuk Kategori Fakir Miskin

Antara ยท Sabtu, 15 September 2018 - 14:35 WIB
1,2 Juta Jiwa Penduduk NTT Masuk Kategori Fakir Miskin

Ilustrasi. (Foto: dok.sindonews)

KUPANG, iNews.id -  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) mengungkapkan, tercatat sekitar 200.000 kepala keluarga (KK) dikategorikan fakir miskin. Jumlah keluarga yang dikategorikan fakir miskin ini setara dengan sekitar 1,2 juta jiwa dari jumlah penduduk di provinsi berbasiskan kepulauan itu mencapai sekitar 5,6 juta jiwa.

“Jumlah keluarga yang dikategorikan fakir miskin ini setara dengan sekitar 1,2 juta jiwa dari jumlah penduduk di provinsi berbasiskan kepulauan itu mencapai sekitar 5,6 juta jiwa,” kata Kepala Dinas Sosial NTT, Willem Foni, di Kupang, Sabut (15/9/2018).

Menurutnya, kategori keluarga ini menjadi bagian dari sasaran utama program bantuan pemerintah karena menjadi acuan dalam penghitungan angka kemiskinan.

"Angka ini sedang dilakukan pemutakhiran data untuk dimasukkan dalam basis data terpadu karena angka ini per tahun 2015," katanya.

Willem menjelaskan, kategori keluarga fakir miskin merupakan tingkat kesejahteran yang paling di bawah dari tiga kategori lainnya dalam kelompok masyarakat marginal di antaranya, hampir miskin, miskin, di bawah miskin.

Ia mengatakan, semua kategori kelompok masyarakat marginal ini menjadi sasaran bantuan dari pemerintah, salah satunya berupa bantuan sosial beras sejahtera (Rastra) sebanyak 10 kilogram setiap bulan.

 "Jadi tidak hanya fakir miskin yang mendapat Rastra tapi tiga kategori masyarakat marginal lainnya juga wajib mendapatkannya," katanya.

Dia mengungkapkan, secara keseluruhan jumlah keluarga penerima manfaat Rastra di provinsi setempat tercatat mencapai sebanyak 597.000 keluarga.

Bantuan Rastra, lanjutnya, akan terus disalurkan pemerintah sehingga secara bertahap dapat mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat marginal tersebut.

"Nantinya akan terus dievaliasi, sudah berapa keluarga yang sebelumnya kategori fakir miskin naik menjadi di bawah miskin, dan selanjutnya naik ke kategori miskin, dan hampir miskin," katanya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi