25 Terduga Teroris Ditangkap di Palangka Raya dan Gunung Mas Kalteng

Antara ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 17:10 WIB
25 Terduga Teroris Ditangkap di Palangka Raya dan Gunung Mas Kalteng

Ilustrasi penangkapan terduga teroris. (Foto: Istimewa)

PALANGKA RAYA, iNews.id – Sedikitnya 25 terduga teroris ditangkap pada dua lokasi berbeda, yakni Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal ini dikonfirmasikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng Agus Pramono.

"Saat ini mereka telah diamankan aparat. Untuk yang di Palangka Raya jumlahnya sekitar 15 orang dan Gunung Mas 10 orang," ujar Agus Pramono di Palangka Raya, Selasa (11/6/2019).

Secara rinci Agus menjelaskan, mereka yang diamankan di Palangka Raya terdiri atas enam laki-laki dewasa, empat perempuan dewasa serta lima anak-anak. Sementara di Gunung Mas, dia hanya menyebut sepuluh orang tanpa menjabarkan detailnya.


BACA JUGA:

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Palangka Raya

Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Jatibening Bekasi


Informasi yang dihimpun, mereka yang telah diamankan diduga termasuk dalam jaringan teroris Uzla dan masih belum lama ini berada di wilayah Kalteng. Saat ini koordinasi terus dibangun Kesbangpol bersama kepolisian dan instansi terkait lainnya.

"Kejadian ini hendaknya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada dan berhati-hati untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Terlebih saat ini masih dalam suasana lebaran. Biasanya pada arus balik banyak warga pendatang baru dari luar Kalteng yang akan datang dan mengadu nasib. Baik mencari pekerjaan maupun membuka usaha sendiri. Tingginya animo pendatang yang ingin ke Kalteng harus menjadi perhatian dari semua pihak. Khususnya masing-masing pemerintah kabupaten dan kota serta instansi terkait di wilayah setempat.

"Galakkan pengawasan kepada masyarakat dan kondisi di lingkungan sekitar, terlebih pada saat arus balik Lebaran. Sehingga dapat dicegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dengan memanfaatkan momen itu," kata Agus.

Menurutnya, terorisme dan radikalisme merupakan dua hal yang harus diwaspadai dan diantisipasi. Hal ini dinilainya dapat membahayakan persatuan dan kesatuan, termasuk keamanan dan ketertiban.


Editor : Donald Karouw