Gunung Soputan di Minahasa Tenggara Meletus

Himas Puspito Putra ยท Rabu, 03 Oktober 2018 - 09:40 WIB
Gunung Soputan di Minahasa Tenggara Meletus

Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, meletus pada Rabu, (3/10/2018). (Foto: Istimewa)

MINAHASA TENGGARA, iNews.id - Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, meletus pada Rabu, (3/10/2018) pukul 08.47 WITA. Pos Pengamatan Gunung Soputan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 m di atas permukaan laut.

Kolom abu dengan tekanan kuat teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 39 mm dan durasi sekitar enam menit.

“Hujan abu vulkanik diperkirakan jatuh di daerah di barat-barat laut Gunung Soputan. VONA (Volcano Observatory Notice of Aviation) Orange. Artinya tidak mengganggu penerbangan. Bandara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado tetap beroperasi normal. Posisi bandara berada di Tenggara dari Gunung Soputan,” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui rilis yang diterima iNews.id, Rabu (3/10/2018).

Menurut Sutopo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pemantauan terkait peristiwa itu. “Hingga kini, belum ada laporan dampak letusan Gunung Soputan. BPBD sudah membagikan masker kepada masyarakat,” ucapnya.



Dia pun menjelaskan, saat ini Gunung Soputan berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diimbau agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius empat kilometer dari puncak Gunung Soputan. “Termasuk di dalam area perluasan sektoral ke arah barat-barat daya sejauh 6,5 km dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas,” katanya.

Di samping itu, masyarakat di sekitar Gunung Soputan dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Warga juga diminta mewaspadai potensi ancaman aliran lahar yang dapat terjadi setelah erupsi yaitu terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan, seperti di antaranya Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Ikuti semua rekomendasi PVMBG. Pos pengamatan Gunung Soputan terus memantau aktivitas vulkanik. Masyarakat belum perlu mengungsi karena masih aman. Di dalam radius 4 km tidak ada permukiman. Jadi masih aman,” ucap Sutopo.


Editor : Himas Puspito Putra