Nasi Kuning, Kuliner Sarapan Favorit Warga Palu Pascagempa

Antara ยท Minggu, 07 Oktober 2018 - 14:55 WIB
Nasi Kuning, Kuliner Sarapan Favorit Warga Palu Pascagempa

Foto udara dampak kerusakan akibat gempa dan tsunami di Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). (Foto: Antara)

PALU, iNews.id – Nasi kuning jadi kuliner favorit untuk sarapan pagi di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Memasuki hari ke-10 pascagempa dan tsunami yang melanda kota tersebut, penjual nasi kuning semakin banyak bermunculan di beberapa sudut kota.

Seorang penjual nasi kuning dadakan di Jalan Tanjung Dako, Kota Palu, Hj Nasria (53) mengatakan, dirinya sengaja berjualan nasi kuning untuk sarapan setelah mengetahui banyak warga di dalam kota yang mulai mencari warung atau restoran untuk membeli makan.

Sebenarnya nenek dari tiga cucu ini merupakan pedagang sayur di Pasar Masomba yang terletak di tengah Kota Palu. Namun pascagempa, dirinya beralih mata pencarian sementara waktu mengingat harga pasokan sayur-mayur juga masih cukup mahal.

Nasria yang ditemani dua cucunya dan seorang anak tetangganya yang baru kehilangan ibu saat terjadi gempa 7,4 Skala Richter (SR) sudah mulai berjualan nasi kuning sejak tiga hari terakhir. "Iya ini lumayan untuk mengganti pemasukan dari berjualan sayur-mayur. Sehari ini saya sudah masak 10 liter beras untuk nasi kuning. Alhamdulillah habis," lanjutnya.



Nasria berjualan nasi kuning lengkap dengan pilihan lauk ayam masak rica, telur rebus, mie dan ikan ekor kuning bumbu rica. Jika memilih nasi kuning dengan ayam rica hanya perlu membayar Rp15.000, sedangkan jika memilih nasi kuning dan ikan ekor kuning rica cukup membayar Rp10.000 saja.

BACA JUGA:

Angkutan Bus dan Mobil Antarkota di Palu Mulai Beroperasi Pascagempa

Aktivitas Jual Beli di Pasar Manonda Palu Mulai Pulih Pascagempa

DPW Perindo Sulteng Buka Dapur Umum di Perumnas Balaroa Palu


Sementara Suharyati, penjual nasi kuning lainnya di Jalan Tanjung Dako, mengatakan, dirinya sudah mulai berjualan lagi sejak lima hari lalu, atau enam hari setelah bencana gempa dan tsunami melanda Palu, Donggala dan Sigi.

Suharyati yang berjualan nasi kuning sejak 3,5 tahun di Kota Palu ini mengaku bisa menghabiskan beras hingga 35 kilogram (kg) untuk nasi kuning pascabencana terjadi. Padahal biasanya dia hanya memasak 15 kg beras saja.

Penjual nasi kuning asal Tulung Agung, Jawa Timur, ini mengaku tidak menaikkan harga jual sama sekali. Sebungkus nasi kuning dengan telur rica dan mie dikenai harga Rp10.000 saja, sedangkan jika nasi kuning ditambah ayam rica cukup membayar Rp15.000 saja.

Suharyati yang mengaku dibantu suaminya untuk memasak nasi kuning ini mengatakan, sudah sempat membeli persediaan beras dan telur sebelum terjadi gempa, karena itu dirinya bisa berjualan lagi dengan cepat.


Editor : Himas Puspito Putra