3 Ekor Anak Harimau Sumatera Terekam Kamera di Kawasan Konservasi Riau

Indra Yosserizal ยท Senin, 30 Juli 2018 - 21:50 WIB
3 Ekor Anak Harimau Sumatera Terekam Kamera di Kawasan Konservasi Riau

Tiga ekor anak harimau sumatera yang terekam kamera trap di kawasan konservasi harimau sumatera di Pekanbaru, Riau. (Foto: iNews/Indra Yosserizal)

PEKANBARU, iNews.id – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan World Wide Fund (WWF) merilis video langka yang menunjukkan harimau sumatera sukses berkembang biak di alam liar. Tiga ekor anak harimau sumatera atau Panthera Tigris Sumatrae yang lahir baru-baru ini menambah populasi harimau di kawasan konservasi harimau Sumatera di Riau.

Dalam rekaman kamera trap yang dipasang oleh WWF Riau terlihat anak harimau sumatera dan sejumlah harimau sumatera dewasa di kawasan konservasi harimau sumatera. Kawasan ini memang dicadangkan untuk perkembangbiakan dan perlindungan habitat harimau yang terancam punah akibat perburuan liar.

Baru-baru ini, salah satu indukan harimau sumatera melahirkan tiga ekor anak harimau. Kelahiran anak harimau sumatera secara alami ini menambah populasi harimau sumatera di Riau menjadi 48 ekor. Kelahiran tiga ekor anak harimau sumatera membawa angin segar bagi pencinta satwa, terutama WWF dan BBKSDA Riau.

Menurut Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Suharyono, dari pemantauan sementara, dua anak harimau berjenis kelamin betina dan seekor lagi jantan. Saat ini kondisi anak harimau sudah cenderung remaja. “Ketiga anak harimau sudah hampir tiga tahun saat ini,” ujar Suharyono kepada wartawan, Senin (30/7/2018).

Suharyono mengatakan, BBKSDA Riau mempunyai target untuk meningkatkan populasi harimau sumatera yang merupakan salah satu di antara 25 satwa terancam punah hingga mencapai 10 persen. Untuk menaikkan populasi harimau sumatera, BBKSDA Riau telah bekerja sama dengan banyak pihak, di antaranya WWF Indonesia, para pemerhati harimau, dan masyarakat lokal.

“Di kawasan konservasi harimau sumatera di Riau, sudah ada anakan dua generasi dari indukan yang sama. Dari yang tertangkap oleh kamera kami trap yang kami pasang di hampir semua kawasan konservasi, saat ini populasi harimau sumatera mungkin masih di atas 45 ekor,” paparnya.

Populasi harimau sumatera terus berkurang dan terancam punah akibat perburuan liar serta alih fungsi hutan. Satwa dilindungi ini semakin terdesak karena habitatnya berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan kebun karet. Harimau sumatera akhirnya sering terlibat konflik dengan manusia.


Editor : Maria Christina