3 Jenazah Korban Longsor di Tambang Emas Ilegal Bolmong Dievakuasi

Antara ยท Selasa, 05 Maret 2019 - 09:33 WIB
3 Jenazah Korban Longsor di Tambang Emas Ilegal Bolmong Dievakuasi

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tambang emas longsor di Desa Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulut. (Foto: SINDOnews)

MANADO, iNews.id – Tim SAR gabungan mengevakuasi tiga kantong jenazah korban longsor di penambangan emas ilegal di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (5/3/2019).

Sebelumnya Senin kemarin, tim SAR gabungan juga sudah mengevakuasi dua kantong jenazah. Diperkirakan masih ada puluhan korban lain yang tertimbun material longsor.

“Pagi hari ini ada tiga potongan jenazah yang dievakuasi,” kata Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmong, Abdul Muin Paputungan.

BACA JUGA:

Tim SAR Kembali Evakuasi 1 Korban Tambang Emas Longsor di Bolmong

BPBD Bolmong Siapkan 60 Kantong Jenazah untuk Evakuasi Penambang Emas

Ketiga kantong jenazah yang dievakuasi pukul 09.00 Wita tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Kotamobagu untuk diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI).

Muin mengatakan, proses evakuasi menjadi lebih mudah karena tidak lagi menggunakan lubang yang berada di sisi atas. Saat ini, lubang di bagian atas sudah menyatu dengan lubang yang digali di bagian sisi, dekat pintu utama. “Ini menjadi akses penambang masuk ke terowongan mengambil batu yang mengandung emas,” katanya.

Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi untuk mencari penambang yang masih tertimbun material pascalongsor. Diperkirakan puluhan penambang emas masih berada dalam lubang pascalongsor yang terjadi pada Selasa (28/2/2019) pukul 21.10 Wita.

Selama proses evakuasi hingga Jumat (1/3/2019) pukul 12.00 Wita atau hari kelima proses evakuasi, korban meninggal dunia tercatat sebanyak delapan orang, dan 20 orang dinyatakan selamat. Sementara hasil evakuasi Senin (4/3/2019), sebanyak dua kantong.


Editor : Maria Christina