3 Kartu Baru Andalan Jokowi Berdasarkan Survei Kebutuhan Utama Rakyat

Andi Mohammad Ikhbal ยท Sabtu, 02 Maret 2019 - 13:57 WIB
3 Kartu Baru Andalan Jokowi Berdasarkan Survei Kebutuhan Utama Rakyat

Presiden Jokowi bertemu generasi milenial di Warung Kopi Haji Anto di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (1/3/2019) malam. (Foto: istimewa).

JAKARTA, iNews.id – Calon presiden petahana Joko Widodo (Widodo) melanjutkan kampanye di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kedatangannya bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo sekaligus menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TKD Sultra, Sabtu (2/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menjelaskan tiga kartu yang menjadi program barunya. Ketiga kartu sakti andalan Jokowi untuk periode kedua pemerintahannya yakni, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja dan Kartu Sembako Murah.

Jokowi menjelaskan, ketiga kartu yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat dikeluarkan berdasarkan hasil survei kebutuhan utama rakyat. Seperti menyangkut harga sembako, tenaga kerja dan pendidikan.


BACA JUGA:

Beri Aba-Aba Start Jalan Sehat, Jokowi Hitung Mundur Tanpa Angka 2

Bertemu Milenial Kendari, Jokowi Jelaskan Kartu Prakerja-KIP Kuliah


“Jadi ketiga kartu ini kita keluarkan berdasarkan survei. Jadi bukan ugal-ugalan,’’ kata Jokowi yang disambut applause para hadirin.

Jokowi meminta warga Sultra membantu menyosialisasikan ketiga kartu andalannya tersebut. “Saya minta tolong rakyat Sulawesi Tenggara membantu menyampaikan ketiga kartu ini dan manfaatnya,” ucap capres nomor urut 01 tersebut.

Diketahui, Jokowi pertama kali memperkenalkan ketiga kartu tersebut saat berpidato di Konvensi Rakyat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).

Manfaat Kartu Sembako Murah, rakyat bisa mendapat potongan harga untuk membeli sembako. Kemudian Kartu Prakerja, ditujukan bagi lulusan SMA/SMK, perguruan tinggi serta korban PHK. Mereka bisa mendapat pelatihan untuk memasuki industri serta mendapat uang saku dalam jangka waktu tertentu.

Sementara Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, memungkinkan anak-anak dari kalangan tidak mampu untuk dapat melanjutkan pendidikan hingga bangku perguruan tinggi.


Editor : Donald Karouw