Anak Main Api Sebabkan Kebakaran Rumah dan Pabrik di Palangkaraya

Antara ยท Kamis, 21 Februari 2019 - 22:02 WIB
Anak Main Api Sebabkan Kebakaran Rumah dan Pabrik di Palangkaraya

Ilustrasi kebakaran. (Foto: Okezone)

PALANGKARAYA, iNews.id - Sebuah rumah dan pabrik batako di Jalan Mahir Mahar lingkar luar, Kelurahan Kereng Bengkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ludes terbakar, Kamis (21/2/2019). Diduga, kebakaran disebabkan oleh seorang anak yang bermain korek api dan membakar kasur.

"Terbakar bangunan tersebut diduga akibat seorang anak berumur lima tahun berinisial RZ main korek api, serta tidak sengaja membakar kasur yang ada di dalam bangunan itu. Dari situlah dua bangunan tersebut bisa hangus terbakar," kata Kapolsek Sabangau Ipda Yusup Priyo, di Palangkaraya, Kamis (21/2/2019).

Dia menyatakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.57 WIB itu menghabiskan bangunan berkonstruksi kayu itu. Beruntung, peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa. Bahkan, anak di bawah umur berinisial RZ berhasil lolos dari kobaran api yang melalap kediaman orang tuanya.

Yusuf mengatakan dari insiden tersebut, pemilik rumah dan pabrik batako ditaksir mengalami kerugian puluhan juta rupiah. "Peristiwa kebakaran itu murni karena kelalaian, bahkan tidak ada unsur kesengajaan atau hal lainnya yang mengarah tindak pidana dalam hal ini," katanya.

Berdasarkan pengakuan RZ kepada kepolisian, dia membakar kasur yang sudah lusuh tersebut dengan menggunakan korek api gas. "Iya kasur itu saya bakar karena sudah lusuh," katanya dengan nada gugup saat ditanya petugas.

 Yasmudi (30) ayah RZ mengatakan, dirinya sangat terkejut ketika melihat kondisi kediamannya tersebut sudah luluh lantak menjadi arang. Saat peristiwa itu terjadi, dia sedang bekerja. "Saya kerja di lokasi lain, sedangkan yang tinggal di rumah hanya anak saya. Sedangkan istri saya ketika terjadi insiden tersebut juga tidak berada di rumah," ujarnya lagi.

Atas kebakaran tersebut, Yasmudi meminta agar anaknya dalam peristiwa tersebut jangan dijadikan tersangka atau dikenakan tindak pidana. Apalagi bangunan yang terbakar itu bukan miliknya, mengingat mereka di situ hanya menumpang dan terkadang ikut bekerja di situ juga.

"Pak anak saya jangan dipenjara, walaupun itu rumah orang dan kami hanya numpang." ujar Yasmudi, dengan nada lirih.


Editor : Himas Puspito Putra