Aniaya Sopir Taksi yang Telat Bayar Cicilan Mobil, 5 Debt Collector Ditangkap

Okezone, Ade Putra ยท Kamis, 25 Juli 2019 - 07:51 WIB
Aniaya Sopir Taksi yang Telat Bayar Cicilan Mobil, 5 Debt Collector Ditangkap

Kelima debt collector yang ditangkap karena diduga menganiaya seorang sopir taksi online diamankan di Mapolresta Pontianak, Kalbar, Rabu (24/7/2019). (Foto: Okezone)

PONTIANAK, iNews.idPolresta Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), menangkap lima deb collector karena diduga mengeroyok dan menganiaya seorang sopir taksi online yang telat membayar cicilan. Kelima pelaku juga merampas mobil debitur bernama Ajang (39), warga Jalan Beringin, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota itu.

Kelimanya yakni, Beni Aryadi (28), Randi Agustandi (29), Dani Sugianto (47), Deni Purnanda (42), yang berdomisili di Kecamatan Pontianak Barat. Kemudian, M Daud (33), warga Kabupaten Kubu Raya. Saat ini, kelima pelaku masih ditahan di Rutan Mapolresta Pontianak.

Kanit 1 Harda Sat Reskrim Polresta Pontianak, Iptu Sagi menjelaskan, kejadian berawal saat korban sopir taksi Ajang membeli mobil Daihatsu Sigra secara kredit melalui salah satu perusahaan leasing. Angsuran mobil warna putih bernomor polisi KB 1801 SN itu sudah berjalan selama 14 bulan pembayaran.

BACA JUGA:

Viral Aksi Beringas Debt Collector di Medan, Polisi Tangkap 1 Pelaku dan 7 Buron

Ibu Telat Bayar Cicilan Motor, Anak Disandera Debt Collector di Jakbar

Namun, pembayaran kredit mobil pada Juni dan Juli masih tertunggak. Karena itu, sejumlah petugas debt collector yang ditugaskan perusahaan leasing mengintai Ajang sebelum menarik mobil yang selama ini digunakannya untuk taksi online.

“Awalnya para pelaku ini mendatangi dan menggedor kaca mobil korban pada Selasa, 23 Juli. Saat itu kebetulan korban berada di dalam mobil. Namun, korban tidak membukanya dan tidak mau turun dari mobil. Korban kemudian pergi dan diikuti, hingga berhenti di Jalan Terminal Hijas,” ujar Sagi di Polresta Pontianak, Rabu (24/7/2019).

Tiba di jalan tersebut, para debt collector menarik mobilnya secara paksa. Sebelumnya pelaku memegang tangan dan kaki Ajang sehingga tidak bisa melakukan perlawanan. Salah satu pelaku kemudian mengambil kunci mobil di saku celana Ajang.

“Setelah berhasil mengambil kunci mobil, pelaku langsung membawa mobil itu dan segera diserahkan ke pihak leasing,” ujar Sagi.

Video peristiwa yang terjadi di depan Royal Gardenia, Jalan Terminal Hijas, Kecamatan Pontianak Selatan itu juga sempat beredar di media sosial. Aksi pengeroyokan yang dilakukan kelima pelaku membuat Ajang merasakan sakit di leher dan tangan kanannya. Atas kerugian dari kejadian itu, Ajang membuat laporan ke Polresta Pontianak.

Setelah mendapatkan laporan itu, anggota Jatanras langsung menyelidiki keberadaan pelaku penganiayaan dan pengeroyokan. Malam itu juga, anggota Jatanras berhasil mengamankan salah satu debt collector, Dani Sugianto, saat di gudang leasing di Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota.

“Kami kemudian melakukan interogasi awal. Dani Sugianto mengakui telah melakukan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan sesuai laporan polisi korban bersama empat orang rekan kerjanya,” ujarnya.

Dari keterangannya, polisi berhasil menangkap empat pelaku lainnya. Mereka selanjutnya dibawa ke Polresta Pontianak untuk penyidikan lebih lanjut. “Para pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan dan Pasal 170 KUHP tentang Tindak Pidana Pengeroyokan,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini, kelima pelaku masih ditahan di rumah tahanan Polresta Pontianak. Penyidik juga masih mengembangkan kasus itu untuk mencari fakta-fakta baru. Apalagi beredar informasi di lapangan bahwa pelaku pengeroyokan dan penganiayaan lebih dari lima orang.


Editor : Maria Christina