ASN Pemkab Murung Raya Kalteng Ditangkap karena Bawa Sabu-sabu

Antara ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 19:20 WIB
ASN Pemkab Murung Raya Kalteng Ditangkap karena Bawa Sabu-sabu

Ilustrasi barang bukti sabu-sabu. (Foto: Dok/iNews.id)

PALANGKARAYA, iNews.id – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya, bernama Mercui alias Ciu (37), ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) karena kedapatan membawa sabu-sabu seberat 5,58 gram.

Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan mengatakan, ASN pembawa sabu-sabu tersebut ditangkap di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Kahayan Tengah, pada Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 16.30 WIB. Penangkapan tersangka juga disaksikan beberapa warga yang berada di sekitar lokasi.

“Dari tangan pelaku, petugas berhasil menemukan sabu-sabu dengan berat 5,58 gram yang disimpan di dalam plastik klip,” kata Hendra di Palangkaraya, Jumat (7/12/2018).

BACA JUGA:

Selundupkan Sabu di Sandal, 3 Pria Asal Aceh Dibekuk di Bandara Soetta

Polisi Sita 43.000 Pil Ekstasi dan 50 Kg Sabu dari Komplotan Malaysia

Petugas langsung menggiring pelaku ke Ditres Narkoba Polda Kalteng untuk pengembangan kasus. Dari keterangan Mercui, polisi bergerak cepat guna menangkap bandar besar yang diduga baru bertransaksi dengan pelaku.

Hanya berselang waktu 1,5 jam, petugas kembali menangkap Tony (41), warga Jalan Yos Sudarso, di lokasi yang sama. Dari kediamannya, petugas menemukan sabu-sabu sebanyak sembilan paket dengan total berat 255,25 gram. Selain itu, satu timbangan dan bungkus rokok.

Kemudian empat bungkus plastik hitam, dua bundel plastik klip, satu unit telepon genggam dan satu unit sepeda motor Honda Beat dengan Nopol KH 4124 TH.

“Perkara ini terus kami kembangkan karena kuat dugaan bandar narkoba dalam jumlah besar masih berada di wilayah hukum Polda Kalteng. Kedua tersangka sekarang juga sudah mendekam di Rumah Tahanan Polda setempat,” kata mantan kapolres Kapuas tersebut.

Kedua tersangka yang diduga sudah lama menjalankan bisnis haram tersebut dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara.


Editor : Maria Christina